Kerajinan Dupa untuk Gepeng Perlu Pemasaran

oleh -432 Dilihat

AMLAPURA, SR (31/05/2018)

Gebrakan Pemkab Karangasem memperdayakan bekas Gepeng di Dusun Munti Gunung perlu mendapat apresiasi. Hanya menurut mantan Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana masih ada kendala sehingga upaya tersebut belum maksimal. “Gebrakan ini cukup bagus, namun masih kurang optimal,” ujarnya.

Untuk itu Sukerana berharap pemerintah terus menyempurnakan program tersebut agar bisa membantu masyarakat tidak mampu. Kendala dari program ini adalah pemasaran. Sekarang ini warga Munti Gunung sudah banyak yang beralih jadi pengrajin dupa namun sayang pemasaran masih mandeg. Akibatnya dupa hasil kerajinan mereka banyak yang tidak terbeli. Mereka baru mampu menggunakan hasil kerajinan itu untuk keperluan sendiri. Kalau saja pemerintah mampu membantu pemasaran akan sangat bagus. Dupa sendiri diakui sangat cocok karena kebutuhannya sangat tinggi. Potensi ini bisa saja direbut pengrajin lokal. Namun demikian pengemasan dan pemasaran juga perlu dicarikan.

Sukarana mengatakan ada solusi yang cukup bagus dan sederhana. Di antaranya dengan meminta para OPD membeli dupa hasil kerajinan warga Munti yang sebelumnya sebagai pengemis tersebut. Tidak itu saja kalau memungkinkan hasil kerajinan mereka ditaruh di Koperasi PNS. Jika semua PNS bisa membeli dupa mereka maka akan sangat luar biasa membantu warga Munti Gunung tersebut. Terlebih lagi kwalitas dupa hasil kerajinan mereka juga tidak kalah dengan dupa yang beredar di pasaran.

Sukarana sendiri tidak asal omong. Langkah ini sempat dia terapkan saat dirinya duduk sebagai Wakil Bupati Karangasem. Dimana saat itu warga Munti membuat gula semut dari tuak kelapa. Warga sangat antusias sehingga banyak menghasilkan kerajinan gula. Sementara untuk pemasaran saat itu pihaknya meminta semua SKPD membeli gula mereka. “Petani terbantu sementara kebutuhan gula para OPD juga terpenuhi,” ujarnya.

Akibatnya warga Munti Gunung pun sangat antusias membuat gula semut karena bisa menjadi penghasilan tersendiri buat mereka. “Sekarang PNS ada sebelas ribu, kalau bisa dimaksimalkan sangat bagus,” ujarnya.

Selain itu dirinya juga melihat 11 ribu PNS ini menjadi potensi. Salah satunya adalah untuk menjahit pakaian seragam PNS. Selama ini banyak PNS asal Karangasem menjahit pakaian seragam di Denpasar atau di luar Karangasem. Jika ini bisa dibantu diarahkan ke penjahit lokal Karangasem tentu akan sangat membantu kerajinan kecil seperti penjahit. Terlebih lagi penjahit Karangasem juga cukup piawai tidak kalah dengan penjahit di daerah lainnya. “Memang ini terlihat kecil namun langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar pria yang juga Ketua DPD Golkar Karangasem tersebut.

Sementara untuk mendapatkan dana pusat sekarang ini memang berat. Sebab banyak pemangkasan dana pusat ke daerah kecuali dana desa untuk daerah daerah yang penyerapan anggarannya bagus. Tak hanya itu kawasan parkir di obyek wisata juga masih bisa dibenahi dan menjadi potensi bagi Karangasem. Caranya adalah dengan menata dan menggarapnya dengan baik untuk kesejahtraan warga sekitar. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *