SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Mei 2026) — Pernyataan mengejutkan datang dari Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumbawa, Haji Novel, SH. Di tengah sorotan terhadap kondisi PT Sabalong Samawa Perseroda yang dinilai belum bergerak maksimal, ia menyatakan kesiapan membantu penyelamatan Perseroda melalui skema pembelian surat utang serta penguatan modal usaha.
Langkah tersebut dinilai sebagai terobosan berani di tengah berbagai persoalan yang selama ini membelit perusahaan daerah tersebut. Mulai dari lemahnya ekspansi bisnis, keterbatasan modal, belum optimalnya tata kelola perusahaan, hingga minimnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Haji Novel, Perseroda tidak boleh hanya menjadi simbol perusahaan daerah tanpa arah bisnis yang jelas. Ia menilai sudah saatnya dilakukan langkah besar untuk membangkitkan perusahaan daerah agar benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Sumbawa.
“Kalau memungkinkan sesuai aturan, saya siap membeli surat utang Perseroda agar perusahaan ini bisa kembali bergerak optimal, sehat, dan profesional,” tegas Haji Novel, Senin (11/5).
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan pihak perseorangan dalam penguatan badan usaha milik daerah dimungkinkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Regulasi tersebut membuka peluang kerja sama investasi dan penyertaan modal dengan pihak lain sesuai mekanisme hukum dan keputusan pemegang saham.
Tak hanya itu, Haji Novel juga menawarkan sejumlah solusi konkret untuk membangkitkan Perseroda Sumbawa. Di antaranya restrukturisasi manajemen, audit menyeluruh terhadap aset dan unit usaha, penguatan tata kelola profesional, hingga pembukaan sektor bisnis produktif berbasis potensi unggulan daerah.
Menurutnya, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perdagangan, energi, perikanan hingga pariwisata yang seharusnya mampu menjadi sumber keuntungan Perseroda apabila dikelola secara serius dan profesional.
“Perseroda harus menjadi lokomotif ekonomi daerah, bukan hanya perusahaan formalitas yang hidup dari penyertaan modal pemerintah,” ujarnya.
Pernyataan Ketua DPD PSI Sumbawa tersebut kini memantik perhatian publik dan menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai gagasan tersebut dapat menjadi momentum evaluasi besar terhadap arah bisnis dan masa depan BUMD di Kabupaten Sumbawa. (SR)






