SUMBAWA BARAT, SR (06/04/2018)
Bentuk komitmen serius Universitas Cordova Indonesia dalam berkontribusi nyata membangun SDM adalah setiap tahunnya terus mencetak generasi intelektual muslim. Pada April tahun 2018 ini Universitas Cordova secara resmi mewisuda 75 mahasiswa dan mahasiswinya. Ini wisuda yang keenam kalinya sejak perguruan tinggi itu berdiri pada tahun 2004 dan resmi menjadi universitas satu-satunya di KSB yang terakreditasi di tahun 2009. Tak hanya dari dalam KSB namun lulusan kali ini juga berasal dari berbagai daerah di luar KSB seperti Sumbawa, Dompu, Bima, Lombok, bahkan dari luar provinsi NTB seperti Bali, dan Sulawesi. Diharapkan lulusan Cordova ini menjadi cendikiawan muslim yang mampu membawa Indonesia ke arah lebih baik.
Sidang Senat VI dibuka langsung Rektor Universitas Cordova Indonesia, Dr. KH Zulkifli Muhadli MM. Dalam sambutannya mengatakan bahwa terbentuknya KSB dihajatkan untuk menjadi Kabupaten yang fitrah. “Untuk membangun kabupaten fitrah harus kita bangun peradaban fitrah, perguruan tinggi adalah pangkal dasar dalam membentuk peradaban yang fitrah sehingga belum lama berdiri KSB diikuti dengan berdirinya Universitas Cordova untuk mewujudkan kabupaten ini menjadi kabupaten fitrah. Alhamdulillah tahun ini universitas Cordova kembali mewisudakan mahasiswanya dan mereka siap menancapkan peradaban fitrah di tengah tengah masyarakat. Insya Allah Universitas Cordova terus menggeliat untuk memajukan dunia pendidikan dari universitas lokal menjadi universitas global yang mampu bersaing dengan universitas ternama lainnya,” paparnya.
Dalam memajukan Universitas Cordova ini tidak cukup dengan sebelah pihak tapi butuh kerjasama yang solid semua pihak baik itu pengurus Cordova, Alumni Cordova, dan juga pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Jadikan Universitas cordova ini sebagai milik bersama sehingga semuanya berkewajiban membangun Universitas Cordova menjadi lebih baik. “Apa yang menjadi tujuan kita bersama yaitu menjadikan Kabupaten Sumbawa Barat menjadi kabupaten yang fitrah bisa terwujud,” tandasnya.
Sidang Terbuka Wisuda April 2018 ini bisa dikatakan cukup istimewa dibandingkan dengan sidang-sidang sebelumnya. Karena secara khusus di sidang VI ini, turut hadir K.H Bahtiar Nasir LC. MM merupakan seorang da’i dan ulama’ yang sangat sering mengkaji dan mendalami ilmu-ilmu Al-Qur’an.
Bukan hanya kedatangan KH Bahtiar Nasir saja yang membuat sidang Senat kali ini berbeda tapi juga adanya penandatanganan MoU antar Universitas Cordova dengan Universitas Samawa (UNSA) untuk membuka Fakultas baru yaitu Fakultas Hukum dan penandatangan MoU Fakultas Teknik Universitas Cordova dengan lembaga pengembangan Konstruksi (LPK) Provinsi NTB. Selain itu penandatanganan MoU Fakultas Tekhnik Universitas Cordova dengan pengurus Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO) Provinsi NTB. (HEN/SR)






