SUMBAWA BESAR, SR (02/03/2018)
Operasi Keselamatan Gatarin 2018 mulai digelar jajaran Polres Sumbawa. Ini ditandai dengan apel gelar pasukan di halaman Mapolres Sumbawa setempat, Kamis (1/3). “Operasi ini sebenarnya adalah Operasi Simpatik yang dilaksanakan setiap tahun. Namun, konsepnya diubah menjadi Operasi Keselamatan,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT yang ditemui usai apel.
Tujuan oeprasi ini ungkap Kapolres yang didampingi Kasatlantas AKP Gusriyadi Abustan SH, untuk keselamatan dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam berlalu lintas, di samping menurunkan angka fatalitas akibat kecelakaan lalulintas. “Operasi Keselamatan ini banyak metodenya. Bukan sekedar kegiatan razia di jalan dengan memberikan blangko teguran. Tapi kami juga mengedepankan fungsi-fungsi pendidikan masyarakat. Kaitannya dengan tertib berlalulintas,” ujar Kapolres.
Menurut kapolres, dalam kegiatan ini pihaknya juga berkorodinasi dengan stakeholder terkait, terutama kelengkapan di jalan. Seperti traffic light yang tidak berfungsi atau lokasi penyeberangan yang tidak ada zebra crossnya. Atau di lokasi yang tidak dilengkapi dengan rambu peringatan, misalnya rawan kecelakaan. “Kami bukan hanya dengan melakukan kegiatan razia kendaraan bermotor saja, tapi juga memberikan telaahan staf kepada stakeholder terkait,” akunya.
Diakui Kapolres, banyak titik yang menjadi perhatian terutama di kawasan sekolah yang belum memiliki penyeberangan. Sebab, di sekitar sekolah ada Zona Keselamatan Sekolah. Karena itu, Unit Dikmas Sat Lantas Polres Sumbawa akan memberikan catatan kepada stakeholder terkait agar daerah rawan kecelakaan dilengkapi dengan kelengkapan jalannya.
Dari pantauan Polres Sumbawa, masih ada masyarakat yang belum paham aturan lalulintas. Bukan hanya di wilayah kecamatan, tapi ironisnya di dalam Kota Sumbawa. Dicontohkan, di Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) Jalan Hasanuddin, masih banyak pengendara yang melawan arah. “Kita melarang mereka untuk tidak melawan arah bukan hanya untuk kepentingan penegakan hukum. Tapi demi keselamatan mereka dan orang lain agar tidak terjadi kecelakaan lalulintas,” jelas Kapolres.
Lebih jauh dikatakan Kapolres, operasi ini, pihaknya terus melakukan penyuluhan tertib berlalulintas. Pasalnya banyak pengendara roda dua yang masih berusia pelajar dan belum layak mengendarai kendaraan. “Kami menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah sembari menyampaikan pemahaman tertib berlalulintas,” ujarnya.
Kasat Lantas Polres Sumbawa, AKP. Gusriyadi Abustan SH, menambahkan, Operasi Keselamatan tahun ini akan dilaksanakan selama 21 hari, 5–25 Maret. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 60 personel dengan mengedepankan fungsi Lantas.
Sejumlah tahapan sudah dilalui sebelum pelaksanaan operasi ini. Seperti kegiatan Latihan Pra Operasi dan Apel Gelar Pasukan yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Adapun target operasi ini, yaitu 80 persen himbauan dan 20 persen penegakkan hukum. Dalam penegakan hukum ini tidak semata-mata untuk pelanggaran. Penegakan hukum diberikan kepada pelanggar kasatmata yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalulintas. Dicontohkan, pelanggar yang melawan arus, menerobos traffic light, bak terbuka yang mengangkut orang, serta kendaraan angkutan yang melebihi muatan. Pihaknya juga akan melakukan sejumlah inovasi dalam kegiatan ini. Inovasi ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah stakeholder terkait. Seperti memberikan imbauan ke sekolah, terminal, pelabuhan dan kantor instansi pemerintahan. Pihaknya juga berencana menyusuri jalan di dalam kota. Apabila ada jalan yang berlubang ditempel. Tentunya dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan instansi terkait. (JEN/SR)







