MATARAM, SR (28/03/2018)
Tim Resmob 701 Reskrim Polres Mataram meringkus empat orang yang mengaku sebagai dept collector, Selasa (27/3) kemarin sore. Para pelaku ini ditangkap setelah melakukan pemerasan terhadap seorang konsumen. Mereka adalah SY alias Suyat (35) warga Cakranegara Mataram, AZ SH alias Denok (30) warga Sandubaya, IDS alias Nengah (35) dan IGP alias Gede (31) keduanya warga Pagesangan Mataram. Dari tangannya diamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Beat Hitam DR 3727 MB beserta STNK, Kartu ATM Mandiri dan uang tunai Rp 11 juta.
Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi tadi malam menuturkan, sebelumnya para pelaku mendatangi korban di kos-kosan, Jalan Hos Cokro Aminoto Gang Macan VIII No. 25 Lingkungan Cemara Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Pelaku mengaku sebagai Debt Collector bermaksud menarik mobil yang dipakai korban dengan alasan bahwa telah menunggak dalam pembayaran kredit. Melihat korban tak berdaya, para pelaku memanfaatkan momen itu dengan memeras korban agar menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta agar mobil tersebut tidak ingin dicabut. Dengan terpaksa korban menyetujuinya yang kemudian bersama para pelaku menuju mesin ATM dan menarik uang sebesar Rp 11 juta. Rp 10 juta diserahkan ke pelaku dan Rp 1 Juta ditransfer ke rekening pelaku. Karena uang itu masih kurang, korban menyerahkan satu unit sepeda motor Honda Beat Pop beserta STNK. Merasa ada yang tidak beres korban melaporkannya ke Polres Kota Mataram. Dari laporan ini, Tim Resmob bergerak mengejar dan mencari para pelaku. Sekitar pukul 15.00 Wita berhasil menangkap pelaku Suyat di Jalan Pejanggik Kota Mataram, lalu meringkus Denok di Jalan Bung Karno. Sejam kemudian, polisi menangkap Nengah dan Gede di Kampung Melayu Ampenan Kota Mataram.
Dalam pemeriksaan, para pelaku mengaku telah memeras korban. Uang Rp 11 juta dibagi masing-masing Rp 2,5 juta, kecuali Denok yang mendapat bagian Rp 3,5 juta. Denok juga yang membawa sepeda motor korban. “Saat ini pelaku dan barang bukti beada di Sat Reskrim guna penyidikan lebih lanjut,” demikian AKBP Muhammad—akrab mantan Kapolres Sumbawa ini disapa. (JEN/SR)






