Musrembang RKPD 2019 Upaya Hasil Produk Perencanaan Berkualitas

oleh -363 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (28/03/2018)

Menghasilkan produk perencanaan yang berkualitas sebagai syarat mutlak keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Sumbawa menggelar Musrenbang RKPD 2019. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula H. Madilaoe ADT Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa ini merupakan rangkaian panjang proses musrenbang yang telah berlangsung dari tingkat desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten. Ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terkait pelibatan stakeholder dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2019. Musrenbang tersebut mengangkat tema “Pemerataan Pembangunan, Pengembangan Investasi Produk Unggulan serta Penguatan Sistem Inovasi Daerah Menuju Sumbawa Hebat Bermartabat”. Hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Pejabat dari Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Forkopimda, Ketua pengadilan Agama, Pimpinan OPD, Kepala KPP Pratama, Rektor UTS, Toga, dan Toma.

Bupati Sumbawa melalui Sekda Drs. H. Rasyidi menyampaikan bahwa proses pembangunan daerah di Kabupaten Sumbawa, tidak hanya menjawab persoalan-persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Namun juga menjawab permasalahan provinsi dan nasional. Bupati berharap terjadi sinergi dalam pembangunan daerah yang telah dimulai dari proses penyusunan rencana, yang dijabarkan dari RPJMD Kabupaten Sumbawa 2016-2021, kemudian dapat diselaraskan dengan tema pembangunan Provinsi dan Nasional.

Dijabarkan pula 5 fokus prioritas pembangunan daerah dari tema pembangunan tahun 2019 tersebut. Yaitu pertama, peningkatan kualitas SDM melalui pemantapan pelayanan dasar dan pengurangan angka kemiskinan, dengan sasaran yang hendak dicapai meningkatkannya rata-rata lama sekolah, angka harapan lama sekolah, menurunnya angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, penurunan kasus balita gizi buruk termasuk angka stunting, cakupan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi), dan menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran terbuka. Kedua, pemerataan pembangunan melalui peningkatan konektivitas infrastruktur wilayah dengan sasaran utama meningkatnya rasio panjang jalan kabupaten dalam kondisi mantap, meningkatnya cakupan layanan air bersih perkotaan dan perdesaan, penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, peningkatan kondisi jaringan irigasi kewenangan kabupaten dalam kondisi baik. Ketiga, pengembangan pariwisata, kebudayaan dan lingkungan hidup dengan sasaran utama meningkatnya kunjungan wisatawan, terkelolanya situs cagar budaya secara lebih baik dan meningkatnya rasio sampah tertangani. Keempat, pengembangan produk unggulan daerah, peningkatan kapasitas UMKM dan realisasi investasi dengan sasaran meningkatnya produktivitas komoditi unggulan seperti padi, jagung, sapi, kerbau, kopi, rumput laut, perikanan tangkap dan produk olahan hasil perikanan, terjadinya pertumbuhan wirausaha dan meningkatnya investasi daerah. Dan kelima, peningkatan pelayanan publik dan inovasi melalui reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan desa dengan sasaran utama peningkatan pelayanan kependudukan dan pemanfaatan data dan informasi, semakin berkembangnya penerapan e-government, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, kualitas perencanaan pembangunan, mempertahankan opini WTP BPK, perbaikan pengelolaan aset daerah, peningkatan persentase desa mandiri, jumlah bumdes, desa bebas rentenir dan menurunnya desa rawan pangan. Kepada segenap ASN, Bupati mengingatkan untuk tidak terlibat politik praktis, dan berusaha untuk tepat waktu (on time), baik dalam melaksanakan tugas maupun dalam menghadiri undangan dan rapat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Dr. A. Rahman Alamudy, SH., M.Si memaparkan pokok-pokok Pikiran DPRD Kabupaten Sumbawa terhadap Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2019 yang terakumulasi dari berbagai sumber. Di antaranya dari tuntutan, harapan, dan kepentingan rakyat melalui hasil reses yang dilakukan Pimpinan dan Anggota DPRD serta aspirasi yang berkembang di tingkat Komisi-Komisi Dewan sebagai representasi dari tugas dan fungsi DPRD sebagai lembaga legislasi, anggaran, dan lembaga kontrol yang mengawasi jalannya Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Sebelumnya Kepala Bappeda Ir. H. Iskandar, M.Ec.Dev melaporkan jumlah peserta sebanyak 250 orang yang terdiri dari delegasi kecamatan, toga, toma, budayawan, dan unsur-unsur Perguruan Tinggi. Kegiatan Musrenbang dibagi menjadi 3 sesi, yaitu sesi pemaparan yang akan diisi oleh pemaparan dari Kemendagri, Bappenas, Bappeda Provinsi NTB, penyampaian peran Bank Sampah Induk Sumbawa techno park dalam gerakan samawa bersih sampah. Selain itu pemaparan best practice dari Camat Moyo Utara, atas keberhasilannya mewujudkan penyelesaian target dari APBDes tepat waktu, yang diharapkan dapat menjadi energi positif bagi setiap orang yang peduli pembangunan di desa. Juga pemaparan bidang-bidang teknis tentang tindak lanjut dari pra musrenbang, dan dilanjutkan dalam sesi tanya jawab dan diskusi, sehingga output dari Ranperda 2019 selaras dengan Musrenbang kecamatan. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *