LutFer Makin Agresif, Dukungan Kian Meningkat

oleh -341 Dilihat

KOTA BIMA, SR (25/03/2018)

Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi–Feri Sofiyan SH terus menunjukkan grafik peningkatan dukungan. Penantang petahana ini makin agresif dan trengginas dalam menjaring basis di tingkat bawah. Dengan sembilan partai politik pengusung yakni Golkar, PAN, PPP, PKB, PKPI, Nasdem, Gerindra, PBB, serta Hanura, makin memperkuat posisi dukungan terhadap pasangan Nomor Urut 2 ini. Calon Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi sudah lama membangun komunikasi dengan masyarakat. Bahkan setahun sebelum pendaftaran dan penetapan pasangan calon, sudah bergerilya. Lutfi juga dikenal sebagai sosok yang selalu menyupport berbagai kegiatan kemasyarakatan. Termasuk bagi anak-anak muda, sehingga ketika maju menjadi calon, dukungan cepat mengalir.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH, Sabtu (24/3) mengakui kemampuan komunikasi politik Lutfi bukan hanya di level arus bawah tapi juga di elit politik. Buktinya banyaknya parpol yang mampu digaet dan menjadi kendaraan politiknya. Selain itu, lanjut Didu—sapaan pria bertubuh subur ini, kemampuan LutFer (Lutfi—Feri) mengambil hati Ketua Partai NasDem, Mutmainah yang tidak lain keponakan Petahanan, H.A. Rahman, patutlah diacungi jempol. Hal ini tentu bukan pekerjaan yang mudah dilakukan jika tidak ada trust politik yang kuat. “Di sinilah uniknya konfigurasi bloking politik dalam Pilkada Kota Bima,” tambahnya.

Modal penting lain yang dimiliki Lutfi, sudah dua periode menjadi anggota DPR RI Dapil NTB. Sehingga  untuk tingkat pengenalan tidak diragukan lagi. Apalagi Lutfi dianggap sosok yang tidak terlalu protokoler. “Sering nimbrung dan ngobrol dengan masyarakat di pinggir-pinggir jalan. Sikap merakyat inilah yang membuat dukungan terhadapnya terus bertambah,” ujar Didu.

Sementara Feri Sofiyan, sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Kota Bima dan menjadi Ketua DPD PAN Kota Bima—partai yang selalu solid dan memiliki jejaring hingga tingkat bawah. “Perpaduan dua kekuatan politik ini mampu menggetarkan pasangan calon lainnya. Setiap kampanye tatap muka, dialogis, selalu riuh dengan masyarakat yang menghadirinya. Dengan mengusung jargon “Perubahan” menjadikan Paslon LutFer sebagai figur yang didambakan. Dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat pun semakin mengalir.  Termasuk dukungan kelompok muda melalui barisan “Pemuda Lutfi”. Pasangan ini juga tidak mengenal lelah dan tidak takut memasuki wilayah yang diklaim sebagai basis rival politiknya. “Di kantong yang dianggap sulit, justru mendapat sambutan meriah,” demikian Didu–mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *