Blusukan di 30 Titik, Doktor Zul Sempatkan Bayar Hutang

oleh -341 Dilihat
Doktor Zul dan Inaq Jiro

SUMBAWA BESAR, SR (01/03/2018)

Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc terus bergerilya. Cagub bernomor urut 3 yang berpasangan dengan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah ini tak berhenti menyapa masyarakat hingga ke pelosok dusun. Dalam tiga hari kampanyenya di Kabupaten Sumbawa (27 Februari–1 Maret 2018), baik dalam bentuk diskusi terbatas maupun blusukan, Doktor Zul sapaan Cagub yang diusung Partai Demokrat dan PKS ini telah menyambangi setidaknya 30 titik yang tersebar di Kecamatan Plampang, Sumbawa dan Badas. Setiap titik yang dikunjungi selalu mendapat sambutan hangat dan gegap gempita. Masyarakat sepertinya sangat rindu dikunjungi calon pemimpinnya, dan harapannya tetap disambangi ketika terpilih menjadi Gubernur NTB mendatang. Apalagi Doktor Zul merupakan satu-satunya calon gubernur yang berasal dari Pulau Sumbawa. Mereka tidak ingin kesempatan yang tidak mungkin datang untuk kedua kalinya ini terbuang sia-sia. Tidak heran jika hasil survey Olat Maras Institut (OMI) menempatkan pasangan Zul-Rohmi dengan raihan persentase suara terbanyak dibandingkan tiga paslon lainnya. Bahkan hasil survey yang dirilis dua hari kemarin, Zul Rohmi merajai semua kabupaten/kota di Pulau Sumbawa.

Banyak hal menarik yang ditemui Doktor Zul di lapangan saat menyapa masyarakat. Doktor jebolan berbagai perguruan tinggi di luar negeri ini, secara tak terduga bertemu dengan teman sekelasnya semasa SD, SMP maupun SMA termasuk gurunya. Dari pertemuan itulah, mendorong teman masa kecil dan remajanya ini membentuk Relawan “Sareng” singkatan dari Sahabat Rengga. Rengga adalah nama kecil Doktor Zul. Yang menariknya lagi, tokoh nasional ini bertemu dengan Inaq Jiro—wanita yang sudah tua renta pedagang kaki lima di sekolahnya saat Cagub ini masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Tubuh ringkih wanita tua yang tinggal di Gang Teratai Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa ini dipeluk erat oleh pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) tersebut. Sepertinya Doktor Zul sangat berdosa dengan wanita yang masih jelas mengingat wajahnya. Seraya mengeluarkan uang beberapa lembar pecahan 100 ribu, Doktor Zul berkata “Inaq utang saya lunas !”. Dr Zul yang didampingi istrinya, Ny Niken Saptarini ini mengaku memiliki hutang karena seingatnya pernah makan jajanan yang dijual Inaq Jiro tapi tidak pernah membayar. “Namanya masih anak-anak dan sedang nakal-nakalnya,” aku Doktor Zul sembari tertawa.

Ditemui SAMAWAREA, Doktor Zul mengaku blusukan dengan menyapa masyarakat di dusun dan kampung karena ada memori masa lalu. “Ini kampung saya, masih ada teman sebaya, teman masa kecil, orang-orang tua yang pernah berjasa dalam hidup saya,” ucap Doktor Zul.

Blusukan ke pasar dan lainnya dinilainya penting. Sebab dengan seringnya menyapa masyarakat dengan sendirinya akan mengetahui apa yang diinginkan masyarakat. “Jadi saya kira blusukan itu bukan sekedar pencitraan, tapi lebih dari itu bagaimana mendengar aspirasi secara langsung. Semoga kehadiran kami di sini bisa mendengar apa yang mereka inginkan dan harapkan dari pemimpinnya,” pungkasnya. (JEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *