H. Johan Rosihan Ajak Pemuda Sumbawa Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

oleh -134 Dilihat

Hari Kedua Sekolah Pilar Muda

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Mei 2026) — Kegiatan Sekolah Pilar Muda Hari Kedua yang diselenggarakan melalui kerja sama MPR RI bersama MY Institute kembali berlangsung di Aula H.A. Mudji Taslim, Kamis (21/5/2026) malam. Kegiatan ini menghadirkan anggota DPR RI sekaligus anggota MPR RI, sebagai pemateri utama dengan tema kepemimpinan dan tantangan generasi muda masa depan.

Kegiatan dimulai pukul 20.01 Wita dan dipandu Moderator Supriady, S.M. Forum berlangsung interaktif dengan pembahasan seputar kepemimpinan, perjalanan organisasi dan politik, tantangan masa depan, hingga pentingnya menjaga nilai kebangsaan melalui 4 Pilar Kebangsaan.

Dalam pemaparannya, Johan Rosihan menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, Indonesia membutuhkan anak-anak muda yang memiliki integritas, keberanian bertanggung jawab, serta kemampuan menghadapi tekanan sosial maupun perkembangan teknologi.

“Pemimpin masa depan harus punya mental kuat, cepat belajar, dan memiliki empati sosial terhadap masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menjelaskan bahwa kondisi saat ini ditandai dengan banjir informasi, polarisasi sosial, serta perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, generasi muda dituntut mampu beradaptasi dan tetap memiliki nilai moral dalam menjalankan perannya.

Menurut Johan, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan atau kekuasaan, melainkan kemampuan menghadirkan manfaat dan solusi nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menceritakan perjalanan pengabdiannya di dunia organisasi dan politik. Menurutnya, proses kepemimpinan dibentuk melalui pengalaman panjang dalam organisasi dan aktivitas sosial.

“Organisasi menjadi tempat belajar disiplin, komunikasi, dan keberanian tampil di depan publik,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengabdiannya berlanjut saat menjadi anggota DPRD Provinsi NTB periode 2004–2019. Pada masa tersebut, berbagai persoalan masyarakat seperti jalan, irigasi, pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga kebutuhan nelayan menjadi fokus perhatian.

Sejak 2019 hingga sekarang, Johan Rosihan menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI Komisi IV yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan. Dalam tugas tersebut, ia mengaku menghadapi berbagai persoalan strategis nasional, mulai dari mafia pangan, kerusakan hutan, hingga ketahanan pangan nasional.

Dikatakan, ketahanan pangan bukan hanya berbicara tentang ketersediaan beras, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa.

“Kalau pangan tidak kuat, bangsa juga akan lemah,” tegasnya.

Selain itu, Johan Rosihan juga menjelaskan pentingnya menjaga nilai kebangsaan melalui 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia menekankan bahwa Pancasila tidak cukup dihafal, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap gotong royong, keadilan, dan kemanusiaan. Sementara UUD 1945 menjadi pedoman tertinggi dalam kehidupan bernegara.

Adapun NKRI, lanjutnya, menjadi fondasi persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan daerah. Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan bahwa perbedaan merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama.

Dalam pembahasan mengenai kepemimpinan masa depan, Johan Rosihan menyebut sejumlah kompetensi yang wajib dimiliki generasi muda, di antaranya integritas, empati, komunikasi, kolaborasi, dan daya tahan mental.

Ia mengingatkan bahwa pemimpin masa depan akan menghadapi tantangan yang lebih kompleks seperti perkembangan Artificial Intelligence (AI), krisis lingkungan, geopolitik global, perang informasi, hoaks, hingga perubahan dunia kerja.

Karena itu, generasi muda didorong memiliki kemampuan adaptif dan kreatif tanpa meninggalkan nilai moral serta tanggung jawab sosial.

Pada akhir materi, Johan Rosihan mengajak pelajar dan pemuda Sumbawa untuk tidak takut bermimpi besar meski berasal dari daerah.

“Daerah bukan penghalang untuk menjadi pemimpin nasional,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan pemimpin sejak dini seperti tepat waktu, gemar membaca, rajin menulis, disiplin, mau mendengar, dan menjaga ucapan.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjadi penyelesai masalah yang menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar mencari popularitas.

Kegiatan berlangsung aktif melalui sesi diskusi bersama peserta. Berbagai isu dibahas, mulai dari krisis terbesar generasi muda saat ini, pengaruh media sosial terhadap kepemimpinan, prioritas pembangunan daerah, hingga pandangan tentang politik dan kepemimpinan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung hingga acara resmi ditutup pada pukul 21.32 Wita.

Melalui kegiatan Sekolah Pilar Muda ini, pelajar dan pemuda Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu meningkatkan wawasan kepemimpinan, memperkuat nilai kebangsaan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dengan tetap mengedepankan integritas dan kepedulian sosial. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *