SUMBAWA BESAR, SR (23/01/2018)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI diwakili Dirjen Dikdasmen, Hamid Muhammad, M.Sc. Ph.D. meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) SMP Muhammadiyah Utan di Desa Orong Bawa Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa, Selasa (23/1).
Dalam sambutannya Dirjen mengungkapkan bahwa saat ini Kementerian Kebudayaan sedang fokus menangani tiga masalah penting terkait dunia pendidikan yaitu, pertama persoalan guru. Guru-guru yang diangkat tahun 70—80-an sudah memasuki usia purna tugas, mengingat sejak tahun 2010 pemerintah telah melakukan moratorium guru PNS. Saat ini ada 735 ribu guru yang diangkat oleh kepala sekolah sebagai guru honorer dan jika pemerintah tidak melakukan pengangkatan guru PNS maka akan menjadi persoalan besar dalam dunia pendidikan.
Kedua tentang fasilitas belajar, karena tingkat kerusakan sudah luar biasa. Kemendikbud menyarankan, untuk sekolah yang memiliki siswa di atas seratus orang, daripada merehab ulang sekolah yang struktur bangunan sudah tidak layak, lebih baik membangun yang baru. Ketiga, masalah pembelajaran atau kurikulum yang sekarang masih menggunakan kurikulum 2013 atau K-13. Dirjen mengatakan, tidak benar K-13 harus serba komputer, tetapi hal yang penting adalah bagaimana mengawal anak-anak untuk memiliki karakter yang baik. Dirjen mengaku tidak khawatir terhadap pendidikan yang dikelola oleh organisasi Muhammadiyah, karena sejak awal memiliki basis pendidikan yang berkarakter. Selain itu menurut Dirjen, pendidikan yang dikawal juga antara lain adalah sekolah kejuruan, karena ini menjadi salah satu upaya untuk menyiapkan anak-anak bekerja di bidang wirausaha dan ini akan terus menjadi program Kemendikbud minimal sampai Tahun 2019.
Sebelumnya, Bupati Sumbawa HM. Husni Djibril, B.Sc menyatakan rasa bahagia dan bangga dapat bersilaturrahim dan bertatap muka dengan Dirjen bersama jajaran pengurus Muhammadiyah serta para tokoh masyarakat Sumbawa dalam rangka peresmian SMP Muhammadiyah Utan yang telah banyak menghasilkan alumni yang berkualitas, dan mampu menjadi tokoh tokoh ternama, bukan saja pada tataran kabupaten, tetapi sampai level nasional. Bupati juga menyampaikan terima kasih dan rasa syukur, bahwa Muhammadiyah sebagai pembawa misi Islam berkemajuan, terbukti telah menjadi kekuatan transformatif terbangunnya tata kehidupan umat yang lebih baik di daerah ini, yang dilakukan melalui jalur pendidikan, kesehatan, dan berbagai aktivitas sosial lainnya. Karena itu Bupati atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumbawa menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa, atas inisiasi, dedikasi dan kerja keras dalam membantu pemerintah daerah mengatasi masalah akses pendidikan, yang muaranya adalah membangun SDM Sumbawa yang handal, berkualitas, dan berdaya saing.
Bupati juga mengungkapkan bahwa pendidikan dasar (SD dan SMP) merupakan suatu jenjang pendidikan yang paling penting keberadaannya. Besarnya peranan pendidikan dasar sangat disadari oleh semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Jika melihat dari alokasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dikucurkan Pemerintah Pusat kepada SD dan SMP Negeri maupun Swasta di Kabupaten Sumbawa, jumlahnya mencapai Rp 60 Milyar, belum termasuk dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) yang dianggarkan dari APBD dan bantuan-bantuan bersifat khusus lainnya. Bahkan alokasi belanja pendidikan Kabupaten Sumbawa pada tahun 2018 ini mencapai Rp 464,1 Milyar atau sebesar 27,86% dari total APBD Kabupaten Sumbawa tahun 2018. Jumlah tersebut dipandang sangat layak untuk menunjukkan besarnya komitmen dan perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam memajukan sektor pendidikan di Kabupaten Sumbawa.
Secara khusus Bupati menyatakan sangat bangga dan gembira dengan keberadaan SMP Muhammadiyah Utan, yang dapat memberikan alternatif pendidikan dasar dengan kurikulum yang integratif, yakni memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi suatu jalinan kurikulum. Bahkan SMP Muhammadiyah Utan ini menekankan keterpaduan dalam metode pembelajarannya, sehingga dapat mengoptimalkan ranah kognitif (aqliyah), afektif (ruhiyah) dan psikomotorik (jasadiyah), agar mampu melahirkan generasi muda Islam yang berilmu, berwawasan global, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat. (JEN/SR)







