Bupati KLU Tutup “Youth Camp Lombok”

oleh -398 Dilihat

LOMBOK UTARA, SR (25/01/2018)

Kegiatan “Youth Camp Lombok for Peace Leaders” di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi ditutup Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, Kamis (25/1). Najmul pada kesempatan tersebut mengingatkan agar mahasiswa senantiasa belajar, mempersiapkan diri karena kelak mereka menjadi pemimpin masa depan. “Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan bangsa,” ungkapnya di hadapan 200 mahasiswa PTKIN seluruh Indonesia.

Najmul percaya, satu hal yang diyakini ialah bahwa estafet kepemimpinan di masa depan berada di tangan-tangan mahasiswa sebagai kaum intelektual. Untuk itu dia menyatakan tidak ada yang perlu dipersiapkan mahasiswa selain belajar. “Jangan jadi menara gading yang tak mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” urainya.

Di saat yang sama, penutupan “Youth Camp Lombok” dirangkaikan dengan pembacaan Deklarasi Perdamaian Mahasiswa Muslim seluruh Indonesia. Ada tiga poin deklarasi, yaitu mahasiswa siap mempromosikan Islam Rahmatan Lil Alamin, siap menjaga keutuhan NKRI, dan mahasiswa siap melawan kekerasan, ekstremisme, radikalisme dan terorisme.

Lebih lanjut ditegaskan Najmul, sebagai intelektual Muslim, mahasiswa harus mampu menampilkan citra positif Islam yang rahamatan lil alamin. Karena selama ini, ada citra negatif yang diperlihatkan sebagian penganut yang merugikan posisi Islam. Untuk itu, dia secara khusus meminta kepada mahasiswa sebagai kaum terdidik agar memegang janji deklarasi perdamaian saat kembali ke daerah masing-masing.

Masih sambung Najmul, Islam harus mampu dikembangkan berdasarkan cita-cita sebagai agama rahmatan lil alamin. Dia pun menceritakan bagaimana praktik keberagaman di KLU. Meski ada banyak pemeluk ajaran keagamaan berbeda-beda, namun tetap rukun tanpa konflik. Bahkan oleh Kementerian Agama terpilih sebagai daerah bebas konflik agama dan peduli terhadap perbedaan agama. “KLU punya banyak kepercayaan, tapi tidak pernah terjadi kejadian destruktif. Sebagai pimpinan tidak boleh eksklusif,” ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia Drs. Lukman Hakim M.Pd., dalam sambutannya mengemukakan kegiatan “Youth Camp Lombok” diharapkan dapat melahirkan generasi muda Muslim yang akan menjadi penebar benih-benih perdamaian ke seluruh Indonesia. Tak terkecuali, kegiatan yang berlangsung sejak 21-25 Januari itu mampu menjadi corong atas lahirnya generasi unggul dan kader perdamaian. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *