Waspadai Jebakan Politik Kuda Troya pada Pemilukada

oleh -395 Dilihat

MATARAM, SR (06/11/2017)

Jebakan politik kuda troya dalam konstestasi Pilkada di NTB perlu diantisipasi oleh semua Paslon. Motivasi utama strategi ini untuk memberikan kesan seolah-olah paslon tersebut memiliki dukungan kuat, realitasnya sebatas massa mengambang. Untuk memperkuat siasat ini, paslon diterlenakan lewat pencitraan yang dikemas sedemikian rupa agar nampak kredibel dan terpercaya, meskipun tanpa parameter yang jelas. Demikian dikatakan Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH didampingi Sekretarinya, Lalu Athari Fadlulah SE, Minggu (5/11).

Mi6 melihat bahwa kecenderungan melakukan taktik melepas Kuda Troya ini dimaksudkan agar Paslon yang bertarung dalam Pilkada di NTB tidak fokus melakukan penetrasi di basis-basis pemenangannya karena sudah ada garansi secara sepihak dari tim sukses ataupun afiliasi politiknya. “Ini jebakan yang secara sistematis menguntungkan paslon lain untuk makin intensif menguasai kantong-kantong pemilih yang potensial,” ujar Didu—sapaan akrabnya.

Lebih jauh dia menambahkan, secara psikologis paslon akan mudah terlena dan menyakini hal tersebut, apalagi yang menyampaikan adalah orang kepercayaannya. Padahal lingkaran terdekatnya itulah yang kerap menjadikan blunder pada paslon itu. Apalagi jika proses rekruitmen tim inti tidak didasari oleh rekam jejak yang detail menyangkut kondite dan background politiknya. “Rata rata kemistri tim sukses dan paslon terjalin saat kepentingan  momentum Pilkada,” lanjut Didu.

Politik Kuda Troya ini, kata Didu harus dimaknai sebagai kreasi politik yang memerlukan kerjasama dengan banyak pihak terkait yang tujuan akhirnya melemahkan kekuatan paslon tersebut dari dalam tim itu sendiri. “Ciri-ciri yang paling nampak adalah senantiasa memberikan pujian-pujian dan garansi dukungan di banyak kantong suara yang seolah-olah sudah dipenetrasi. Padahal itu hanya klaim sepihak,” sambung mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB.

Didu menambahkan bahwa paslon-paslon yang dianggap kuat dukungannya oleh publik sangat rentan diinfiltrasi oleh pemain politik yang sebenarnya membawa misi dan kepentingan politik calon lain. “Tapi juga tidak boleh phobia terhadap para pendukung yang berperilaku aneh, cukup dikanalkan dan dimengerti maksudnya,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah mengingatkan untuk mewaspadai menyusupnya kepentingan lain pada calon-calon gubernur maupun bupati yang akan bertarung 2018 mendatang. Karena itu ada baiknya calon-calon sedini mungkin menyaring informasi maupun strategi untuk tidak dikonsumsi secara publik dan hanya untuk intern tim-tim inti. “Selain itu penting adanya tim yang solid dan memiliki komitmen tinggi terhadap pasangan calon,  sehingga tidak mudah terkecoh oleh para pemain politik musiman,” ujarnya.

Athar—sapaan singkatnya, menggarisbawahi bagi para kandidat bakal calon kepala daerah yang sudah final baik secara dukungan partai sebaiknya menjaring timses yang segaris dengan visi-misi bakal calon dan mengevaluasi sistim kerja tim sukses. “Sehingga tidak mudah terdeteksi oleh calon-calon lain, atau adanya kemungkinan penyusup yang sengaja dipasang oleh pesangan calon lain,” pungkasnya. (*)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *