SUMBAWA BESAR, SR (25/10/2017)
Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Sumbawa tak pernah berhenti untuk melakukan pengawasan terhadap proyek pembangunan di daerah ini. Dari ujung barat pindah ke timur, balik ke utara dan singgah di selatan. Kini tim yang dipimpin Erwin Indrapraja SH MH didampingi Anak Agung Raka PD SH beranggotakan Purning Dahono Putro SH, Agung Pambudi SH, Lenny Marta Baringbing SH, dan Rahajeng SH ini kembali melakukan sidak ke Proyek Pembangunan Pasar Modern Brangbara. Kehadiran TP4D pada Rabu (25/10) sore tadi ini ingin memastikan pekerjaan berjalan baik dan material yang ada di lokasi sesuai dengan yang dipersyaratkan. Selain itu mengecek besi baja konstruksi bangunan yang sudah tiba di lokasi, Selasa (24/10) kemarin.
Konsultan Pengawas, M Basori didampingi Andi Kevin, Yaski Pratama dan Sukmayadi dari perwakilan PT Tiba Papua kepada SAMAWAREA mengatakan bahwa proyek ini baru berjalan dua minggu. Estimasi sementara, progress pekerjaan sudah lebih tinggi dari rencana. Pada minggu pertama kemarin sudah lebih sekitar 0,8 persen dari rencana 0,54% menjadi 1,4%. Untuk progress dua minggu ini belum dikalkulasi karena sedang berjalan dan rencananya akan dihitung Kamis besok untuk dilaporkan ke TP4D, Jumat lusanya.
Mengenai besi baja, Basori mengaku sebagiannya sudah tiba Selasa (24/10) pagi. Baja jenis WF300 ini dipesan di Surabaya. Dari Surabaya dikirim menggunakan truk puso langsung ke Sumbawa. Baja yang lebih awal tiba ini akan digunakan untuk tiang, kuda-kuda dan bording. Sedangkan sebagian baja lainnya akan menyusul. Baja yang akan menyusul ini dibeli dan langsung dirakit di Mataram. Jika tidak ada halangan, baja tersebut akan tiba Kamis (26/10) besok. Diakui Basori, baja ini tiba lebih cepat dari prediksi yakni belasan hari setelah kontrak ditandatangani. Tiang-tiang baja tersebut diharapkan berdiri secepatnya. Tiang ini akan didirikan setelah umur beton yang sedang dikerjakan sudah mencukupi. Sambil menunggu umur beton sudah layak dipasang tiang, akan dilakukan pemasangan blendes atau baut. Artinya tidak ada aktivitas yang terhenti. “Mana yang bisa kami kerjakan, ya kami kerjakan lebih dulu. Ini tidak berhenti, terus bergerak siang maupun malam hari. Kami tidak ingin membuang waktu,” ujar Basori. Dengan cara kerja seperti ini tanpa mengabaikan kualitas, Ia optimis pekerjaan akan selesai tepat waktu.
Sementara Ketua TP4D Sumbawa, Erwin Indrapraja SH MH mengaku dalam pengamatan visual dan pengalaman TP4D, material yang digunakan untuk proyek tersebut cukup bagus. Demikian dengan bahan campuran betonnya juga bagus. Kendati demikian untuk memastikannya, TP4D akan mengundang ahlinya untuk mengecek secara tekhnis. Mengenai progress pekerjaan meski sudah ada penjelasan dari Konsultan Pengawas, kebenarannya akan diuji lagi. Yang jelas Ia hanya mengingatkan agar irama pekerjaan tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Pastinya tetap mengacu pada spesifikasi tekhnis agar hasil pekerjaannya tidak hanya tepat waktu tapi juga tepat mutu.
Kemudian soal baja, juga akan dicek. Dari keterangan yang diberikan rekanan, baja itu berasal dari PT Gunung Garuda Steel, Jakarta. Pihaknya ingin memastikan jika baja itu dipesan dan dirakit setelah dilakukan penandatanganan kontrak. TP4D tidak ingin pihak rekanan melanggar aturan dengan cara curi start dalam pengerjaannya. “Kita akan terus mengawal dan mengawasi secara ketat sehingga tidak ada celah terjadinya penyimpangan,” tandasnya. (JEN/SR)








