MATARAM, SR (01/10/2017)
Untuk pencapaian “Catur Sukses” sebagaimana yang diamanahkan Munas I Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) di Jakarta, DPW Parsindo dituntut melakukan berbagai upaya secara sistematis, terencana dan terorganisir dalam rangka memaksimalkan fungsi–fungsi kepartaian menjadi “mesin politik yang baik demi tercapainya tahapan lulus verifikasi”. Demikian pidato politik Ketua DPW Parsindo NTB, Syamsuddin pada rapat kerja dan konsolidasi politik menyongsong verifikasi oleh KPU, di Astoria Hotel, Sabtu (30/9) kemarin.
Dalam kerangka itu, lanjut Syamsuddin, DPP Parsindo telah mencanangkan tahun 2017 sebagai Tahun Konsolidasi Organisasi, dan Tahun Kaderisasi. Tahun 2018 merupakan Tahun Kekaryaan, serta sebagai Tahun Pemantapan. “Tahun 2019 sebagai Tahun Pemenangan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden,” ujarnya sembari memekikkan yel yel “Parsindo menang, Rakyat pun senang” yang diikuti oleh peserta rapat.
Lebih jauh dikatakannya, Tahun Konsolidasi dan Tahun Kaderisasi telah dan sedang dilaksanakan dan gerakan kekaryaan sedang diselenggarakan, yang dalam pelaksanaannya, pasti menghadapi sejumlah kendala. Salah satu langkah strategis untuk mengatasi kendala-kendala dimaksud adalah menugaskan fungsionaris partai ke seluruh wilayah NTB, untuk memantau percepatan program partai guna tercapai maksud dan tujuan partai yaitu Parsindo Menang Rakyat NTB Senang Indonesia Jaya.

Syamsuddin pun mengingatkan para kader dan pengurus Parsindo bahwa memasuki Bulan Oktober 2017 selangkah lagi, DPW Parsindo memandang perlu melakukan pengerahan kekuatan seluruh potensi kader dalam rangka menyelesaikan tahapan–tahapan program konsolidasi, program kaderisasi, dan menyukseskan gerakan kerakyatan agar dapat mencapai target-target program yang telah dicanangkan, baik oleh Munas I, Rakernas maupun Rakerwil Parsindo. “Agar hasilnya optimal, maka sebelum fungsionaris memulai tugas–tugas kepartaian di daerah perlu dibekali dengan kebijakan–kebijakan partai yang dilakukan melalui forum orientasi fungsionaris demi kita lulus verifikasi KPU,” ungkapnya.
Lebih jauh ditegaskannya, Parsindo sebagai partai kerakyatan nasionalis religius, yang mengedepankan kemajuan dan kesejahteraan rakyat. “Insya Allah, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kesempatan akan datang pada kita untuk membuktikan semua itu. Kita bangkit berjuang bersama melanjutkan cita-cita presiden pertama dan mengembalikan kejayaan di era Presiden Soeharto, serta mempercepat pembangunan sehingga Indonesia khususnya Provinsi NTB akan menjadi negeri yang maju, berprestasi, serta menjadi negeri yang membanggakan kita semua oleh karena itu Partai PARSINDO mengusung Tommy Soeharto sebagai Capres,” cetusnya.
Saat ini lanjut Syamsuddin, masyarakat merindukan perbaikan nasib dan perhatian dari semua pihak. “Dengan berada bersama rakyat, mendengarkan harapan dan kerinduan rakyat, kita akan menjadi sadar, bahwa tugas kita di partai serta tugas semua lapisan kepemimpinan politik yang ada di pundak kita adalah sebuah tugas yang mulia, sebuah tugas yang pada intinya adalah untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, memberi harapan kepada putra-putri Indonesia bahwa masa depan akan lebih cerah buat mereka semua,” tegasnya .
Di akhir pidato politiknya, Syamsuddin mengajak untuk memperteguh niat menjadikan politik dan dedikasi kepada partai sebagai sebuah misi suci dan tugas mulia untuk berbuat sesuatu yang memberi manfaat positif kepada kehidupan kongret rakyat.
Sementara itu Presiden Parsindo, H. Muhammad Yusuf Rizal mengatakan bahwa kehadiran Parsindo di tengah masyarakat saat ini untuk memperbaiki kondisi Indonesia yang kini mengalami kemunduran di berbagai sektor kehidupan. Banyaknya keluhan masyarakat tentang kondisi perekonomian yang sulit, taraf hidup yang jauh di bawah standar serta sulitnya lapangan kerja. “Parsindo adalah Partai yang mengerti kondisi rakyat dan hadir untuk merubah kondisi menjadi lebih baik,” ujarnya .
Presiden Parsindo itu juga mengatakan bahwa Tommy Soeharto akan diusung sebagai Capres 2019 untuk mengembalikan era kejayaan saat dipimpin oleh Soeharto. “Masyarakat Indonesia masih merindukan era kepemimpinan Soeharto yang nyaman,” pungkasnya. (*)






