SUMBAWA BESAR, SR (16/10/2017)
Proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Plampang diliputi rasa was-was. Sebab sejumlah bagian ruangan mulai dari lantai, tembok hingga atap ruang belajar sudah mengalami kerusakan. Sebagian dalam kondisi lapuk dimakan usia, sehingga dikhawatirkan akan roboh dan menimpa siswa dan guru. Selain ruang belajar, ruang laboratorium juga demikian. Bahkan lebih parah dari ruang belajar. Hal ini sangat mengganggu kegiatan praktek siswa.
Ditemui SAMAWAREA, Senin (16/10), Apendi S.Pd M.Pd mengakui kondisi sekolahnya. Dua ruang laboratorium rusak berat, dan 12 ruang belajar rusak ringan dan sedang. Kondisi ini dapat dimaklumi karena memang bangunan lama dan sudah berusia sekitar 20-an tahun. Ini terlihat dari banyaknya bagian atap yang lapuk. Selain itu kondisi ini patut diwaspadai karena dikhawatirkan roboh. “Dua ruang Lab Fisika dan Biologi sudah lama tidak digunakan mengingat situasi kondisi tidak layak untuk ditempati karena kayu kap, usuk plafon serta kusen semuanya lapuk,” ungkapnya.
Untuk itu dia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan revitalisasi dengan membangun baru agar proses belajar mengajar berlangsung aman dan nyaman. (BUR/SR)






