SUMBAWA BARAT, SR (20/11/2016)
Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH., MM menyatakan sikap maju dalam pertarungan Pemilihan Gubenur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB), 2018 mendatang. Untuk maju, mantan Bupati KSB dua periode ini masih melirik jalur independen. “Insya Allah saya maju melalui jalur independen, tapi tidak menutup ruang untuk jalur partai politik jika siap mengusungnya sebagai calon Gubernur,” kata Kyai Zul—sapaan akrabnya saat ditemui SAMAWAREA saat menghadiri Harlah KSB ke-13, Minggu (20/11).
Untuk memuluskan ikhtiarnya, Kyai Zul mengaku sementara ini timnya tengah mengumpulkan KTP dan sudah terkumpul sekitar 100 ribu KTP. “Setiap bulannya kita kumpulkan minimal 50.000 KTP, sampai sekarang masih terus berjalan dan ditargetkan bisa terkumpulkan 500 ribu KTP,” ungkapnya.
Mengenai kans, Kyai Zul sedikit sesumbar bahwa dari beberapa calon yang muncul, dia yang paling berpeluang dengan modal 26,6 % dilihat dari jumlah suara Pilgub 2013 ketika bertarung melawan Petahana (KH Zainul Majdi). Kini ketika petahana sudah tidak maju Pilgub 2018, Kyai Zul mengklaim 10% suara petahana akan merapat kepadanya. “Jadi saya sudah punya modal 36,6% tinggal mencari tambahan 13,4% untuk bisa mencapai 50% untuk memenangkan Pilgub 2018,” ungkapnya.
Ketika nanti Ia ditakdirkan memimpin NTB, akan melanjutkan pembangunan pemerintahan sebelumnya dengan lebih memberikan perhatian kepada masyarakat paling bawah terutama petani, nelayan, usaha kecil menengah ke bawah, para TKI dan kaum termarjinalkan lainnya. “Intinya saya akan fokus maju melalui jalur independen yang lebih mudah, daripada partai yang membutuhkan lobi-lobi yang sangat lama, panjang dan sangat dinamis. Terlebih lagi keputusan partai selalu di menit-menit terakhir,” pungkasnya. (HEN/SR)






