GOR Bulutangkis Pragas Mirip Gudang dan Tidak Layak

oleh -781 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (01/11/2016)

Keberadaan Gedung Olahraga (GOR) Pragas Sumbawa Besar yang selama ini dimanfaatkan untuk pembinaan atlit bulu tangkis dinilai sudah tidak representative. Kondisi bangunan mendesak untuk dibenahi. Sebab selama ini GOR tersebut pengap, tidak ada ventilasi sehingga tidak ada udara yang masuk di samping cukup panas. Selain itu tidak adanya kesadaran dari pengunjung setempat, karena merokok di dalam ruangan. Dengan keadaan tersebut, beberapa pemain bulutangkis harus kehilangan nyawa. Yang paling anyar, pegawai PU yang ambruk dan tidak bernyawa setelah bermain bulutangkis. Meski hasil pemeriksaan dokter menunjukkan korban kelelahan namun tidak terlepas dari kondisi GOR.

Keadaan GOR Stadion Pragas mendapat perhatian Pimpinan DPRD Sumbawa, Dr. Drs. A. Rahman Alamudy SH., M.Si yang turun melihat dari dekat bersama pimpinan lainnya, Kamaluddin ST., M.Si, Senin (31/10) kemarin. Menurut Doktor Abi Mang—sapaan singkatnya, kondisi GOR sudah tidak layak dan harus direhab. Ia melihat konstruksi GOR Pragas sebenarnya untuk gudang, sebab tidak ada ventilasi atau ruang masuknya udara. “Tidak main saja di dalam gedung ini kami sudah berkeringat, apalagi main. Pantas banyak pemain yang mengalami dehidrasi,” katanya.

bulu-tangkis-pragas-1

Doktor Abi Mang berharap kondisi GOR Bulu Tangkis ini menjadi perhatian KONI maupun dinas instansi terkait dengan mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan dana rehab. Pihaknya di DPRD akan siap membantu. Bahkan jika anggarannya masih di angka Rp 100 juta, Doktor Abi Mang siap mengalokasikan dana aspirasinya untuk perbaikan GOR tersebut. “Kalau masih 100 juta saya siap bantu. Tapi jika lebih dari 100 juta silakan ajukan ke dinas terkait dan kami di dewan akan mengawalnya untuk direalisasikan,” ungkap Doktor Abi Mang.

Perbaikan GOR Pragas ini manfaatnya tidak hanya dirasakan atlit bulu tangkis, namun ada cabor lain juga yang bernaung di dalamnya. Dan keberadaan GOR yang representative menjadi salah satu factor penyemangat untuk berlatih sehingga mampu menjadi atlit yang mengharumkan nama daerah. “Jadi bukan nama KONI, bukan nama dinas terkait maupun nama-nama kami di DPRD, tapi keberhasilan para atlit meraih prestasi membawa nama dan reputasi daerah ini,” pungkasnya. (JEN/SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *