SUMBAWA BESAR, SR (03/11/2016)
Setelah menggelar pertemuan dengan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati didampingi Wakil Bupati Sumbawa mengundang sejumlah ulama dan Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kamis (3/11). Upaya yang dilakukan Bupati tidak lain untuk menciptakan suasana Sumbawa yang sejuk, menyusul adanya rencana aksi demo Ahok dari Forum Penolakan Penista Agama (FPPA) Kabupaten Sumbawa, 4 November besok. Pada pertemuan di ruang kerja Bupati Sumbawa ini, tokoh agama yang juga dihadiri Koordinator Umum (Kordum) FPPA, Kadis Diknas, Dandim Letkol ARM Sumanto S.Sos dan Kapolres AKBP Muhammad SIK, sepakat untuk melaksanakan aksi secara damai dan siap menjaga Sumbawa tetap kondusif.
Ditemui SAMAWAREA usai pertemuan, Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril B.Sc, mengatakan, pertemuan dengan para ulama dan tokoh agama yang tergabung dalam FKUB, untuk mendengar informasi yang berkaitan dengan rencana aksi besok. Bupati menilai rencana aksi itu berbeda dengan aksi-aksi lainnya karena digelar serempak di seluruh Indonesia, sehingga Pemda harus menyikapinya secara serius.
Bupati merasa yakin, aksi yang digelar tersebut berjalan tertib dan damai. Sebab massa aksi hanya menyuarakan satu hal yakni menuntut pemerintah untuk melaksanakan proses hukum yang berkeadilan terhadap seseorang yang diduga melakukan penistaan agama khususnya Agama Islam. Bupati memahami, apapun yang melecehkan agama dapat menimbulkan reaksi dari umatnya. Hatinya pasti tergerak karena hal itu menyangkut aqidah sehingga memantik semangat juang umat Islam yang semakin kuat. Kekuatan semangat inilah yang mesti diramu sedemikian rupa agar hajatnya bisa tersampaikan secara baik tanpa terciderai dengan hal-hal yang buruk. Yang harus diantisipasi juga ungkap Bupati, adanya penyusup yang memprovokasi dan melakukan tindakan-tindakan di luar koridor hukum yang justru mengganggu jalannya aksi damai ini. Sebab aksi tersebut melibatkan banyak orang mengingat ajakan atau seruan untuk menggelar aksi dilakukan secara terbuka baik melalui media social, spanduk maupun selebaran. “Silakan demo. Kami akan terima dengan tangan terbuka asalkan aspirasi itu disampaikan dengan cara santun dan damai. Kami juga menitipkan harapan agar para ulama, tokoh agama, dan masyarakat secara umum untuk menjaga Sumbawa,” pungkasnya. (JEN/SR)








