SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19 September 2026) — Mahasiswa Program Merdeka (PROMER) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) turut mendampingi pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Anak di Desa Semamung, Kamis, 17 September 2026.
Forum tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan kebutuhan, harapan, serta gagasan terkait pembangunan desa berdasarkan persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Kegiatan berlangsung dengan dukungan Pemerintah Desa Semamung di bawah kepemimpinan Kepala Desa Semamung, Rudi Mustaid. Dalam forum itu, anak-anak diberi kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung.
Mahasiswa PROMER UTS berperan sebagai pendamping sekaligus fasilitator, mulai dari membantu mengidentifikasi persoalan, menyusun gagasan, hingga mendorong anak-anak menyampaikan aspirasinya.
Ketua Kelompok PROMER UTS, Adriliano, menegaskan bahwa mahasiswa tidak mengambil alih suara anak, tetapi membantu mereka agar mampu menyampaikan kebutuhannya sendiri.
“Kami tidak ingin mengambil alih suara mereka. Apa yang disampaikan harus benar-benar berasal dari kebutuhan dan apa yang mereka lihat di lingkungan mereka sendiri,” ujar Adriliano.
Dalam forum tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan anak-anak. Di antaranya perbaikan jembatan gantung, penyediaan taman bacaan, perbaikan balai karya, pengembangan sanggar seni, pelatihan pengelolaan sampah, kegiatan olahraga dan senam, pembangunan lapangan bola dan voli, lomba balap sepeda, hingga lomba azan.
Menurut Adriliano, beragam usulan tersebut menunjukkan perhatian anak-anak terhadap pendidikan, kreativitas, olahraga, seni, dan lingkungan. Karena itu, aspirasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hasil forum, tetapi dapat dibawa ke dalam pembahasan Musrenbang Desa.
“Kami akan berusaha mengawal aspirasi yang sudah disampaikan anak-anak ini menuju Musrenbang Desa. Kami tidak menjanjikan semua usulan pasti terealisasi, tetapi setidaknya aspirasi mereka harus mendapatkan ruang untuk dibahas dan dipertimbangkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan anak dalam Musrenbangdes bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi sejak dini.
“Mendampingi bukan berarti berbicara atas nama anak. Mendampingi berarti membantu mereka agar mampu berbicara atas nama dirinya sendiri,” lanjut Adriliano.
PROMER Mahasiswa UTS berharap Musrenbangdes Anak di Desa Semamung menjadi langkah awal untuk memperkuat partisipasi anak dalam pembangunan desa.
Dengan dukungan Pemerintah Desa Semamung dan Kepala Desa Rudi Mustaid, aspirasi anak diharapkan dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam perencanaan pembangunan desa.
Anak bersuara, desa mendengar; aspirasi mereka menjadi bagian dari masa depan Desa Semamung. (SR)






