Wabup Ansori Luruskan Video Viral di Tarano: Warga Sampaikan Aspirasi, Bukan Menghadang

oleh -144 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13 Agustus 2026) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial dan memperlihatkan dirinya seolah-olah dihadang warga di tengah jalan saat perjalanan pulang dari kunjungan ke Tolo Oi, Desa Mata, Kecamatan Tarano.

Wabup menegaskan, kejadian tersebut tidak seperti yang tergambar dalam video. Ia mengatakan dirinya tidak pernah merasa dihadang warga.

Menurut H. Ansori, saat itu terdapat seorang warga yang berada di lokasi jalan yang tergenang air. Warga tersebut tengah mencuci sepeda motor. Kondisi jalan di lokasi tersebut, kata Wabup, sebenarnya masih cukup baik.

“Saya sebenarnya tidak dihadang. Hanya ada satu warga pada saat kami pulang, mencuci sepeda motor di tempat yang airnya tergenang. Aspalnya masih bagus,” ujar Wabup kepada wartawan.

Ia menjelaskan, warga tersebut kemudian menyampaikan persoalan terkait kondisi jalan, termasuk adanya janji mengenai rencana peninggian di sekitar lokasi yang pernah disampaikan pejabat Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Mendengar hal tersebut, Wabup bersama rombongan langsung menghampiri warga. Ia bahkan sempat bersalaman dan berdialog singkat.

“Kami langsung menghampiri, bersalaman, kemudian warga menyampaikan bahwa pernah ada janji yang disampaikan pejabat Sumbawa di lokasi itu saat penanaman pohon. Kami sampaikan akan kami tindaklanjuti dan informasikan kepada perangkat daerah atau dinas teknis,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Wabup, dirinya bersama rombongan berpamitan dan melanjutkan perjalanan.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui adanya rekaman video yang kemudian beredar luas di media sosial. Menurutnya, video tersebut telah dipotong sehingga menimbulkan kesan seolah-olah dirinya sedang dihadang warga.

“Kemudian tidak tahu kami ada video yang dipotong-potong, akhirnya viral. Padahal kami menghampiri warga, bukan dihadang,” tegasnya.

Wabup menyayangkan jika potongan video tersebut kemudian menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan tidak mempermasalahkan warga yang menyampaikan kritik maupun aspirasi secara langsung.

Sebagai pimpinan daerah, Wabup Ansori mengatakan dirinya bersama Bupati Sumbawa memang memiliki komitmen untuk turun langsung ke lapangan dan mendengarkan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.

“Kalau warga menghampiri, warga mengkritisi, warga memberikan masukan, itu harus kita terima. Karena pimpinan daerah ini milik masyarakat. Bentuk ekspresi masyarakat itu beragam,” katanya.

Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk datang ke kantor bupati atau bertemu langsung di Pendopo. Karena itu, ketika masyarakat menyampaikan aspirasi saat dirinya turun ke lapangan, hal tersebut justru menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Mau kami di kantor, mau kami di pendopo, bahkan saat kami turun ke bawah, semua kita terima. Karena ini untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Ia mencontohkan, belum lama ini dirinya juga turun langsung ke sekolah setelah menerima laporan terkait masih adanya sekolah yang kekurangan fasilitas, termasuk bangku untuk siswa.

“Terakhir kami turun ke sekolah karena ada laporan dari Dewan Pendidikan bahwa ada sekolah yang belum memiliki bangku. Kami langsung turun melihat kondisi tersebut,” ungkapnya.

Persoalan itu, kata Wabup, kemudian ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait agar kebutuhan fasilitas sekolah dapat dianggarkan.

“Ini pola kami sebagai pimpinan daerah. Kami turun ke bawah, diajak dialog kami siap, didatangi masyarakat kami terima. Semua untuk kepentingan rakyat,” tandasnya. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *