Kenakan Pakaian Adat Manggarai, Gubernur Iqbal Kirim Pesan Kemanusiaan untuk NTT

oleh -64 Dilihat

MATARAM, Samawarea.com (17 Agustus 2026) — Ada pesan kemanusiaan yang kuat di balik penampilan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal saat memimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (17/8).

Iqbal memilih mengenakan pakaian adat Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), didampingi Ketua TP PKK NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal. Busana tersebut menjadi simbol solidaritas NTB terhadap masyarakat Manggarai yang tengah menghadapi bencana gempa bumi berkekuatan M7,7.

“Pakaian adat Manggarai ini kami kenakan sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Manggarai yang sedang menghadapi bencana. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Manggarai tidak sendiri. Kita bersama-sama dengan mereka dalam situasi sulit ini,” ujar Iqbal usai upacara.

Upacara berlangsung khidmat. Peserta dari unsur TNI-Polri, ASN, pelajar, masyarakat dan tamu undangan mengikuti seluruh rangkaian peringatan dengan penuh penghormatan.

Puncak prosesi ditandai dengan suksesnya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi NTB menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih. Para pelajar terbaik dari kabupaten/kota se-NTB itu tampil disiplin dan penuh kehormatan, dikawal pasukan TNI.

Namun, pesan kemanusiaan Iqbal tidak berhenti di lapangan upacara. Usai memimpin upacara, Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Sinta Agathia menghampiri masyarakat asal NTT yang menggelar aksi teatrikal di luar halaman Kantor Gubernur NTB.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan #PRAYFORNTT serta logo “Solidaritas KR–BNN Bali–NTB–NTT” sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat NTT yang terdampak gempa.

Suasana haru terjadi ketika Iqbal menghampiri seorang anak laki-laki yang terlihat menangis. Gubernur mengusap air mata anak tersebut dan berusaha menenangkannya.

Momen singkat itu menjadi gambaran nyata solidaritas yang ingin ditunjukkan NTB. Di tengah bencana dan duka, kehadiran, pelukan dan dukungan menjadi bahasa kemanusiaan yang mampu menguatkan.

Iqbal juga mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan masyarakat NTT yang terdampak gempa.

“Melalui momentum ini, secara khusus saya mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan warga Nusa Tenggara Timur yang dilanda gempa bumi,” katanya.

Ia berharap masyarakat terdampak diberi kekuatan dan ketabahan, sementara para korban meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Iqbal, NTB memiliki alasan kuat untuk memahami penderitaan masyarakat NTT. Pengalaman gempa besar yang melanda NTB pada 2018 membuat daerah ini memahami arti solidaritas ketika bencana datang.

“Tahun 2018 kita menghadapi gempa luar biasa di NTB. Kita adalah salah satu daerah yang paling tahu rasanya menghadapi situasi berat seperti itu. Kita paling paham bagaimana pentingnya solidaritas dari saudara-saudara kita,” ujarnya.

Persaudaraan NTB, NTT dan Bali pun tergambar dalam aksi anak-anak muda yang membawa pesan agar daerah yang sedang tertimpa bencana tidak merasa sendirian.

Bagi Iqbal, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pengibaran bendera Merah Putih. Kemerdekaan juga harus tercermin dalam kepedulian dan kesediaan untuk berdiri bersama ketika sesama anak bangsa menghadapi kesulitan.

“Satu sakit, yang lain ikut merasakan sakit. Kita bangun rasa persaudaraan dan solidaritas antardaerah,” tegasnya.

Semangat tersebut juga menjadi dasar Pemprov NTB dalam membantu penanganan bencana di NTT. Berbagai unsur dilibatkan, mulai BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, rumah sakit, perguruan tinggi, dunia usaha hingga relawan.

“Ini yang hadir bukan lagi atas nama instansi, melainkan atas nama satu NTB,” kata Iqbal.

Dari Lapangan Bumi Gora, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya membawa pesan yang lebih luas: merah putih boleh dikibarkan sebagai simbol kemerdekaan, tetapi kemanusiaan harus diwujudkan dengan kepedulian. (SR)

 

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *