SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 Agustus 2026) — Operasi pencarian terhadap nelayan asal Desa Tarusa, Kecamatan Buer, yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan perbatasan Kecamatan Alas dan Buer, akhirnya membuahkan hasil.
Memasuki hari kedua pencarian, Minggu (16/8/2026) pagi, Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Korban bernama Syamsuddin tersebut ditemukan mengapung di sekitar perairan Dusun Galung, Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas.
Pencarian melibatkan unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Sumbawa, pemerintah desa, serta masyarakat dan keluarga korban. Operasi dipimpin melalui koordinasi lintas instansi bersama aparat kepolisian.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Buer IPTU Totok Ari Suwondo menjelaskan, pencarian hari kedua dimulai sekitar pukul 07.00 WITA dengan apel persiapan seluruh personel.
Dalam operasi tersebut terlibat personel Sat Polairud Polres Sumbawa, Basarnas, perangkat Pemerintah Desa Tarusa, puluhan warga, serta pihak keluarga korban.
“Pukul 07.30 Wita, tim SAR gabungan langsung turun ke perairan untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi hilangnya korban,” ujar Kapolsek.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 09.30 Wita, tim menemukan sesosok mayat mengapung di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di perairan Dusun Galung, Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas.
Korban kemudian dievakuasi ke daratan. Pada pukul 10.04 Wita, jenazah dibawa menggunakan kendaraan operasional Basarnas menuju Puskesmas Buer untuk menjalani pemeriksaan medis dan proses identifikasi.
Setibanya di Puskesmas Buer sekitar, pihak keluarga dihadirkan untuk melakukan pengecekan. Hasilnya, keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Syamsuddin, warga Desa Tarusa yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8/2026) saat mencari ikan.
Setelah proses identifikasi awal selesai, sekitar pukul 10.25 WITA jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans atau kendaraan rombongan menuju rumah duka di Desa Tarusa untuk disemayamkan dan selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga secara resmi menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga korban sekaligus mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk tetap mengutamakan keselamatan, terutama saat kondisi perairan kurang bersahabat. (SR)






