Bupati Sumbawa Ajak Sulap Lahan Pesisir Jadi Kebun Kelapa Produktif

oleh -63 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Agustus 2026) – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP mengajak Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) untuk mengembangkan kawasan pesisir di Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, menjadi kebun kelapa produktif.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan penanaman pohon di lahan kering pada musim kemarau yang berlangsung di areal Kelompok Tani Pada Idi, Desa Labuhan Kuris, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, sejumlah kepala OPD terkait, Camat Lape beserta jajaran, Kepala Desa dan Kepala Dusun Labuhan Kuris, serta anggota KKSS.

Di hadapan anggota KKSS dan anggota DPRD asal Labuhan Kuris, Bupati tidak sekadar menyampaikan sambutan seremonial. Ia juga berbagi wawasan mengenai bisnis properti yang pernah dipelajarinya saat menempuh pendidikan S2.

“Ilmu properti bisnis itu saktinya ada di tanah. Tanah itu paling cepat naik harganya,” ujar Bupati.

Menurutnya, terdapat sejumlah cara untuk meningkatkan nilai ekonomi tanah secara signifikan. Bahkan, nilai sebuah lahan dapat meningkat hingga berkali-kali lipat apabila dikelola dan dikembangkan secara tepat.

Cara pertama, kata Bupati, adalah ketika lahan mendapatkan akses fasilitas publik. Lahan yang dilalui atau dibelah pembangunan jalan, misalnya, akan memiliki aksesibilitas dan potensi pemanfaatan yang lebih baik.

“Ketika tanah dilewati fasilitas publik, nilainya bisa naik,” jelasnya.

Ia mencontohkan, pembangunan akses jalan pada suatu kawasan pada akhirnya dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat pemilik lahan. Bahkan, ada pemilik tanah yang semula meminta ganti rugi, kemudian justru bersedia menghibahkan sebagian lahannya untuk pembangunan jalan karena menyadari adanya peningkatan nilai ekonomi kawasan.

Cara kedua, lanjut Bupati, adalah mengubah lahan kering menjadi lahan produktif melalui pengembangan tanaman perkebunan.

Ia mencontohkan lahan kering yang dibeli dengan nilai sekitar Rp150 juta. Jika lahan tersebut kemudian ditanami kelapa dan dalam tiga hingga empat tahun mulai menghasilkan, maka nilai ekonominya tidak lagi sekadar sebagai lahan kering.

“Setelah tiga sampai empat tahun dan mulai menghasilkan, itu bukan lagi lahan kering. Itu sudah menjadi kebun kelapa produktif. Bahkan bisa menjadi tempat wisata petik kelapa,” ujarnya.

Karena itu, Bupati Sumbawa mendorong KKSS untuk menjadikan kawasan pesisir tempat kegiatan penanaman tersebut sebagai kawasan kebun atau hutan kelapa yang produktif.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan dan nilai ekonomi lahan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghijaukan kawasan pesisir.

“Mari kita jadikan lahan pesisir ini menjadi kebun kelapa produktif,” ajaknya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada KKSS yang dinilai terus menghadirkan berbagai kegiatan positif, khususnya dalam mendorong pemanfaatan kawasan pesisir dan kegiatan penghijauan.

Ia berharap kekompakan serta semangat kebersamaan yang selama ini terbangun di tengah masyarakat terus dipertahankan.

“Kekompakan dan kebersamaan yang sudah terjalin selama ini harus terus kita jaga,” pesan Bupati.

Usai memberikan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon mangga oleh Bupati Sumbawa. Penanaman tersebut dilakukan Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari kegiatan penghijauan dan pemanfaatan lahan kering secara produktif. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *