Rumah Ludes Dilalap Api, Pemilik Diduga Jadi Dalang Kebakaran Alami Luka Parah

oleh -143 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2 Juli 2026) – Seorang pria berinisial AYA (40) warga Dusun Tiu Sangat, Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, nyaris tewas terpanggang api, Rabu (1/7) malam. Beruntung, warga menyelamatkannya dengan menarik paksa lewat jendela, meski mendapat perlawanan dari korban.

Sebelumnya, kobaran api melalap  rumah milik korban. Yang membuat warga semakin terkejut, kebakaran itu diduga sengaja dilakukan oleh pemilik rumah sendiri.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 Wita itu langsung mengundang perhatian warga. Sejumlah saksi berupaya memberikan pertolongan sebelum api semakin membesar.

Kapolres Sumbawa melalui Kapolsek Empang AKP Abdul Muis Tajudin menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali diketahui setelah IK (43) mendengar suara atap seng rumah yang berisik akibat kobaran api. Menyadari adanya kebakaran, saksi segera menghubungi Ketua RW untuk meminta bantuan pemadam kebakaran.

Di waktu yang hampir bersamaan, saksi lainnya, MJ (22), melihat AYA masih berada di dalam kamar saat api terus membesar. Tanpa berpikir panjang, saksi berusaha menyelamatkan korban.

Namun upaya penyelamatan tidak berjalan mudah. Saat hendak dievakuasi, AYA disebut sempat melakukan perlawanan dan enggan meninggalkan rumah yang terbakar.

“Meski mendapat perlawanan, saksi tetap berusaha menarik korban melalui jendela hingga akhirnya berhasil menyelamatkannya. Saat itu korban sudah mengalami luka bakar pada beberapa bagian tubuhnya,” ungkap Kapolsek.

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima pihak kepolisian sekitar pukul 21.50 Wita. Ps. Kanit Reskrim Polsek Empang Adi Rahmansyah bersama personel piket dan Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Empang guna mendapatkan perawatan medis. AYA mengalami luka bakar pada bagian wajah, punggung, serta kedua lengannya.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik dugaan tindakan pembakaran tersebut. Sementara itu, nilai kerugian materi akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.

Saat ini AYA masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Empang, sementara penyidik terus mengumpulkan keterangan para saksi untuk memastikan penyebab dan fakta sebenarnya di balik insiden itu. (SR)


nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *