Program MBG di Sumbawa Baru Capai 20 Persen, Bupati Minta Titik yang Terdaftar Segera Dioperasikan

oleh -174 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 Juli 2026) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, mendorong percepatan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumbawa. Pasalnya, dari lebih dari 100 titik yang telah terdaftar di pemerintah pusat, baru 27 titik yang beroperasi atau sekitar 20 persen.

Di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed saat Sarasehan di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (16/7/2026), Bupati yang akrab disapa Haji Jarot, mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada koordinator program hingga Pemerintah Provinsi NTB. Saat ini, pelaksanaan program MBG juga sedang dalam tahap evaluasi.

“Jumlah titik yang telah terdaftar di pusat lebih dari 100, tetapi yang sudah berjalan baru 27 titik. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar titik-titik yang sudah terdaftar namun belum dikerjakan dapat segera dioperasikan,” ujar Jarot.

Ia menegaskan, percepatan operasional dapur MBG sangat penting agar manfaat program unggulan pemerintah pusat tersebut segera dirasakan masyarakat, khususnya para pelajar yang menjadi sasaran penerima manfaat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjutnya, berkomitmen mendukung penuh seluruh kebijakan strategis pemerintah pusat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh sekolah di Kabupaten Sumbawa mendukung Gerakan Indonesia Asri dengan memanfaatkan lahan sekolah menjadi kebun produktif.

“Rata-rata sekolah kita memiliki lahan yang cukup luas. Kami berharap lahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai kebun sekolah yang produktif, sekaligus mengembangkan ruang terbuka hijau sebagai tempat belajar yang nyaman dan menyenangkan,” katanya.

Ia juga mendorong sekolah menerapkan pengelolaan sampah organik menjadi pupuk organik dan berbagai inovasi ramah lingkungan lainnya. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan hijau, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi siswa dalam membangun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *