SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Juli 2026) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, resmi melepas peserta Program Latihan Kerja Industri (PLKI) hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia, di Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (22/7).
Program ini merupakan implementasi Program Unggulan Jarot–Ansori, khususnya Program Unggulan ke-4 yang berfokus pada penciptaan tenaga kerja unggul dan mandiri melalui penguatan kemitraan dengan dunia industri.
Acara pelepasan dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa H. Khaeruddin, S.E., M.Si., jajaran pemerintah daerah, Diskominfotik Kabupaten Sumbawa, serta para peserta yang akan menjalani pelatihan industri di PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Jakarta.
Dalam laporannya, Kepala Disnakertrans Sumbawa, H. Khaeruddin, menjelaskan seluruh peserta telah melalui proses seleksi yang cukup ketat, mulai dari seleksi administrasi, tes hingga wawancara bersama pihak PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Ia menyebutkan, seluruh biaya seleksi hingga pemberangkatan ditanggung Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai bentuk komitmen daerah dalam membuka akses kerja bagi generasi muda.
“Selama enam bulan mengikuti program magang, peserta juga memperoleh uang saku Rp500 ribu setiap bulan. Sementara kebutuhan tempat tinggal, konsumsi, dan fasilitas lainnya ditanggung oleh perusahaan. Peserta juga berpeluang memperoleh tambahan penghasilan melalui lembur sesuai ketentuan perusahaan,” jelasnya.
Tak hanya itu, setelah menyelesaikan masa magang, peserta berpeluang diangkat menjadi karyawan melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) apabila mampu menunjukkan kompetensi, disiplin, dan kinerja yang baik.
Menurut Khaeruddin, kerja sama dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi lulusan SMA, SMK maupun perguruan tinggi di Kabupaten Sumbawa.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa, H. Mohamad Ansori, berharap kesempatan mengikuti PLKI dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta.
“Pengalaman, keterampilan, dan kompetensi yang diperoleh nantinya akan menjadi bekal penting untuk melanjutkan perjalanan karier yang lebih baik serta mampu berkarya dan mandiri di masa mendatang,” ujarnya.
Wabup juga mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dinilai berhasil membangun kemitraan dengan dunia industri sehingga membuka peluang kerja bagi putra-putri Sumbawa.
Menurutnya, setiap tahun Kabupaten Sumbawa melahirkan ribuan angkatan kerja baru. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai peluang agar para lulusan dapat terserap sesuai kompetensinya.
Ia menegaskan kesempatan mengikuti magang di PT Panasonic merupakan peluang yang tidak mudah diperoleh karena seluruh peserta telah melewati proses seleksi yang ketat.
“Jangan disia-siakan. Tunjukkan kemampuan, disiplin, dan etos kerja yang baik. Kalau mampu menunjukkan kompetensi selama magang, bukan tidak mungkin setelah selesai akan direkrut menjadi karyawan,” tegasnya.
Selain mengingatkan peserta agar menjaga nama baik Kabupaten Sumbawa selama menjalani pelatihan di Jakarta, Wabup juga meminta mereka menunjukkan sikap profesional sehingga membuka peluang lebih besar bagi peserta dari Sumbawa pada tahun-tahun berikutnya.
“Keberhasilan kalian akan menjadi pintu bagi adik-adik berikutnya untuk memperoleh kesempatan yang sama,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Wabup meminta Disnakertrans membangun basis data alumni program kerja sama dengan berbagai perusahaan. Database tersebut dinilai penting untuk memantau perkembangan peserta, mengevaluasi efektivitas program, sekaligus menjadi dasar pengembangan kemitraan dengan perusahaan nasional maupun internasional.
Langkah tersebut, menurut Wabup, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menciptakan tenaga kerja yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui sinergi antara pemerintah daerah dan dunia industri. (SR)






