Hadiri Nuja Rame di Kampung Halaman, Bupati Serukan Pelestarian Budaya Samawa

oleh -66 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Juli 2026) —Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Nuja Rame sebagai warisan budaya yang sarat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri pembukaan tradisi Nuja Rame di Desa Lamenta, Kecamatan Empang, Rabu (22/7). Tradisi yang digelar setiap usai musim panen itu berlangsung khidmat dengan diikuti antusiasme masyarakat yang mengenakan busana adat Samawa dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi adat.

Dalam sambutannya, Bupati Haji Jarot mengaku bangga melihat masyarakat Desa Lamenta yang tetap konsisten mempertahankan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, Nuja Rame merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Samawa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kebetulan Desa Lamenta adalah tanah kelahiran sekaligus kampung halaman saya. Tradisi Nuja Rame telah diwariskan oleh para leluhur dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dahulu. Tradisi ini harus terus kita lestarikan karena menjadi simbol kekompakan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Bupati menegaskan, Nuja Rame tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur atas hasil panen yang dikaruniakan Allah SWT. Di dalam tradisi tersebut, kata dia, terkandung nilai-nilai kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Nuja Rame bukan hanya perayaan tahunan, tetapi merupakan ungkapan rasa syukur atas nikmat hasil panen yang diberikan Allah SWT. Di dalamnya juga terkandung nilai kebersamaan yang harus terus kita pelihara,” katanya.

Orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa itu juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Lamenta yang bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan tradisi tersebut. Tingginya partisipasi warga, termasuk penggunaan pakaian adat Samawa selama prosesi berlangsung, dinilai menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal masih hidup dan terpelihara dengan baik.

Menurut Bupati, pelestarian budaya daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. Sebab, budaya lokal merupakan identitas daerah sekaligus perekat persatuan yang harus dijaga bersama.

“Nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya lokal merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, tradisi ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” tegasnya.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berlandaskan kearifan lokal. Komitmen tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat sekaligus memperkuat karakter budaya Samawa di tengah arus modernisasi.

Bupati berharap Nuja Rame tidak hanya menjadi agenda pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

“Dengan begitu, tradisi yang menjadi kebanggaan masyarakat Samawa ini akan terus lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *