SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 Juli 2026) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Sumbawa menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan III, Kamis (23/7/2026), sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat untuk melaksanakan program pengabdian.
Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman mengenai peran strategis KKN sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua STAIS Sumbawa, Ahmad Jaya, S.Pd., MT, menyampaikan apresiasi atas kesiapan mahasiswa mengikuti KKN. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.
“KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, mahasiswa harus mampu mengabdi dengan menjunjung tinggi etika, disiplin, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa mampu menggali berbagai potensi yang dimiliki desa sehingga program kerja yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat berkelanjutan.
Selain itu, Jaya mengingatkan seluruh peserta agar selalu menjaga kesehatan, keamanan, serta kekompakan selama berada di lokasi KKN. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi desa tempat pengabdian.
Dalam pembekalan, mahasiswa menerima tiga materi utama. Materi pertama disampaikan Ketua STAIS Sumbawa, Ahmad Jaya, S.Pd., M.T, yang mengangkat tema akselerasi pemetaan dan teknik cepat menentukan potensi desa. Materi ini menekankan pentingnya pemetaan wilayah serta penyusunan program kerja yang tepat sasaran agar kegiatan KKN benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Materi kedua disampaikan Riska Julianti Ade Lismula, M.M.Inov, mengenai digitalisasi inovatif untuk mendorong kemandirian ekonomi desa. Mahasiswa didorong memanfaatkan berbagai perangkat digital, mulai dari pemasaran daring, pembukuan usaha sederhana, hingga pemanfaatan platform UMKM untuk memperluas pasar produk lokal.
Sementara itu, Rabiatun Adwiah, M.Pd sebagai pemateri ketiga memberikan pembekalan mengenai kode etik, tata tertib, administrasi, dan pelaporan KKN. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dan tertib administrasi merupakan bagian dari profesionalisme mahasiswa selama menjalankan pengabdian di masyarakat.
Usai pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan atribut KKN kepada para peserta, kemudian ditutup dengan prosesi pelepasan mahasiswa KKN Angkatan III STAIS Sumbawa. (SR)






