GMNI Sumbawa: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Kesetaraan Pendidikan, Bukan Sekadar Seremonial

oleh -135 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14 Juli 2026) – Ketua Gerakan Nasional Mahasiswa Indonesia (GMNI) Kabupaten Sumbawa, Hendro Saputra, menyatakan dukungannya terhadap Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu. Namun, ia menegaskan program tersebut harus benar-benar menjadi jalan menuju kesetaraan pendidikan, bukan sekadar program seremonial.

Menurut Hendro, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Karena itu, setiap kebijakan yang membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan patut mendapat apresiasi.

“Program Sekolah Rakyat memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Jika dikelola dengan baik, program ini dapat menjadi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Meski demikian, Hendro mengingatkan bahwa keberhasilan Program Sekolah Rakyat tidak cukup diukur dari banyaknya sekolah yang dibangun atau jumlah peserta didik yang diterima. Menurutnya, ukuran keberhasilan sesungguhnya terletak pada kualitas pendidikan yang diberikan.

“Kompetensi tenaga pendidik, fasilitas yang memadai, serta kemampuan program menjawab kebutuhan masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Di Kabupaten Sumbawa, lanjut Hendro, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi peluang besar untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan.

Salah satunya adalah masih adanya orang tua yang enggan menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat karena harus tinggal jauh dari keluarga. Kekhawatiran tersebut sambungnya, pmerupakan hal yang wajar dan harus menjadi perhatian pemerintah.

Karena itu, pemerintah diminta memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik, serta memastikan pola pengasuhan dan pembinaan berjalan dengan baik agar kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut semakin meningkat.

Di sisi lain, Hendro juga mengajak para orang tua untuk memandang Program Sekolah Rakyat sebagai peluang bagi anak-anak mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

“Ketika negara telah berupaya menyediakan akses pendidikan beserta fasilitasnya, maka dukungan keluarga menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak. Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua menjadi kunci agar tujuan Program Sekolah Rakyat benar-benar tercapai,” katanya.

Hendro menambahkan, program sebesar Sekolah Rakyat juga membutuhkan pengawasan dari seluruh elemen masyarakat. Kaum muda, organisasi kemasyarakatan, organisasi mahasiswa, hingga masyarakat luas memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal agar pelaksanaannya tepat sasaran, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Pada prinsipnya kami mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Program yang baik tentu harus mendapat dukungan seluruh elemen bangsa. Namun, dukungan itu harus berjalan beriringan dengan pengawasan,” ujarnya.

Ia menegaskan, GMNI Kabupaten Sumbawa akan berada di garda terdepan untuk mendukung Program Sekolah Rakyat apabila pelaksanaannya sesuai tujuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sebaliknya, apabila dalam implementasinya ditemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, atau pelaksanaan yang tidak sesuai dengan tujuan awal kebijakan, maka kami akan menyampaikan kritik, masukan, dan koreksi secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam mengawal setiap kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat,” pungkas Hendro. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *