Warga Kelurahan Sampir keluhkan buruknya Irigasi ke DPRD Provinsi Saat Reses

oleh -300 Dilihat

Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 08/6/2026)

Permasalahan buruknya sistem irigasi yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat kembali disampaikan dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Anggota DPRD Provinsi, Fachruddin Rob, yang berlangsung di Kelurahan Sampir, Kecamatan Taliwang.

Dalam kesempatan tersebut, Hendra selaku Ketua Rukun Tetangga (RT) Kelurahan Sampir menyampaikan secara langsung aspirasi masyarakat terkait kondisi irigasi di lingkungan mereka yang dinilai sudah tidak memadai dan selalu menimbulkan persoalan setiap musim penghujan tiba.

Menurut Hendra, buruknya saluran irigasi tidak hanya menyebabkan genangan air dan memperparah kondisi lingkungan, tetapi juga kerap memicu perselisihan antarwarga. Hal itu terjadi karena aliran air yang tidak tertata dengan baik sering kali mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan perbedaan pendapat mengenai penanganannya.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah, khususnya DPRD Provinsi. Kondisi irigasi di lingkungan kami sudah lama menjadi masalah. Setiap musim hujan datang, persoalan ini selalu muncul dan bahkan sering menyebabkan perselisihan antarwarga,” ungkap Hendra di hadapan peserta reses.

Ia menjelaskan bahwa Kelurahan Sampir merupakan salah satu wilayah yang selalu terdampak ketika banjir melanda kawasan Taliwang. Karena itu, keberadaan sistem drainase dan irigasi yang baik menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat.

“Kelurahan Sampir hampir selalu menjadi wilayah utama yang terdampak ketika banjir datang. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan pembangunan dan perbaikan irigasi yang memadai agar masalah ini tidak terus berulang setiap tahun. Kami berharap bantuan dan perhatian dari DPRD Provinsi untuk membantu menyelesaikan persoalan yang sudah lama kami hadapi ini,” tambahnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Fakhruddin Rob menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan berbagai masukan secara langsung. Menurutnya, persoalan lingkungan merupakan salah satu isu yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat karena dampaknya dirasakan secara langsung dalam aktivitas sehari-hari.

“Terima kasih atas masukan yang telah disampaikan. Masalah lingkungan memang menjadi persoalan yang sangat melekat di tengah masyarakat karena dampaknya langsung dirasakan. Oleh sebab itu, keluhan seperti ini tentu akan kami respons dengan baik,” ujar Fachruddin Rob.

Ia menegaskan bahwa aspirasi mengenai perbaikan irigasi di Kelurahan Sampir akan menjadi perhatian dan akan diakomodir sesuai dengan kemampuan serta kewenangan yang dimiliki DPRD Provinsi. Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat selalu menjadi prioritas utama dalam proses penyusunan dan pengawalan program pembangunan.

“Kami akan berupaya mengakomodasi aspirasi ini sesuai dengan kemampuan dan kewenangan kami di DPRD Provinsi. Karena selama ini kami selalu mengutamakan kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendasar dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, Fachruddin juga menjelaskan bahwa dalam memenuhi berbagai aspirasi masyarakat terdapat sejumlah keterbatasan yang harus menjadi pertimbangan. Wilayah tugas yang mencakup dua kabupaten serta keterbatasan anggaran membuat seluruh usulan harus melalui proses penentuan skala prioritas.

“Dalam pemenuhan aspirasi masyarakat tentu ada keterbatasan. Wilayah yang kami layani mencakup dua kabupaten dan di sisi lain terdapat keterbatasan anggaran. Karena itu kami harus merumuskan dan menentukan mana kebutuhan yang paling mendasar untuk didahulukan, tanpa mengabaikan kebutuhan lainnya. Semua akan kami upayakan secara bertahap,” katanya.

Lebih lanjut, Fachruddin menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan masyarakat tidak dapat dilakukan sendiri oleh DPRD. Diperlukan sinergi dan komunikasi yang baik antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya yang memiliki tanggung jawab serta kewenangan dalam pembangunan.

“Kami juga akan terus membangun komunikasi yang baik dengan berbagai stakeholder yang memiliki kepentingan dan kewajiban yang sama, termasuk pemerintah daerah. Sinergi yang kuat sangat diperlukan agar berbagai persoalan di masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” tutupnya.

Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Kelurahan Sampir untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan mereka secara langsung kepada wakil rakyat. Warga berharap aspirasi terkait perbaikan irigasi dapat segera ditindaklanjuti sehingga permasalahan banjir dan dampak sosial yang selama ini terjadi dapat diminimalkan di masa mendatang.

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *