SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Juni 2026) – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Daerah Pemilihan (Dapil) V Sumbawa–Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Salman Alfarizi, SH, melaksanakan pertemuan tatap muka dengan masyarakat Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda reses DPRD Provinsi NTB yang berlangsung pada 5–12 Juni 2026 dengan total 14 titik kunjungan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Dalam kesempatan itu, H. Salman memaparkan berbagai perkembangan kondisi ekonomi, politik, dan pemerintahan di Indonesia, termasuk sejumlah program strategis nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurutnya, keberadaan KDMP diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui perputaran uang yang lebih besar di tingkat lokal.
“Kunci kekuatan ada di tangan rakyat. Melalui pembentukan KDMP diharapkan perputaran uang bisa berjalan di masyarakat. Inilah harapan Presiden Prabowo,” ujarnya.
Selain itu, politisi PAN ini juga menjelaskan sejumlah program unggulan Pemerintah Provinsi NTB beserta visi dan misinya. Ia menyebutkan bahwa sumber pendapatan daerah terbesar di NTB masih berasal dari sektor pertambangan, disusul sektor pariwisata dan sektor lainnya.
Salah satu program prioritas yang akan direalisasikan secara bertahap adalah Program Desa Berdaya yang menyasar seluruh desa di NTB. Di sisi lain, DPRD Provinsi NTB juga tengah membahas lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD dan satu Raperda usulan Pemerintah Provinsi, termasuk Raperda tentang Perlindungan Petani.
“Sebagai perwakilan partai, kami berupaya untuk memperjuangkan harapan masyarakat,” tegasnya.
Pada sesi dialog, masyarakat Desa Jorok menyampaikan beragam aspirasi. Kader Posyandu meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi gedung Posyandu yang membutuhkan renovasi serta penambahan prasarana pendukung. Kalangan pemuda mengusulkan pembangunan fasilitas dan sarana olahraga, sementara Sekretaris Desa Jorok berharap adanya bantuan renovasi atap dan aula kantor desa.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Haji Salman memberikan penjelasan secara lugas dan terperinci. Ia juga berkomitmen untuk menggeser alokasi anggaran dari dana pokok-pokok pikirannya (pokir) sebesar Rp 200 juta melalui APBD Murni Provinsi NTB Tahun Anggaran 2027 guna membantu memenuhi kebutuhan prioritas di Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes.
Komitmen tersebut disambut positif oleh masyarakat yang berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera direalisasikan demi meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan warga. (SR)






