Sumbawa Barat. Samawarea. Com ( 02/6/2026)
Semangat perjuangan untuk mewujudkan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) kembali digaungkan oleh salah satu tokoh pejuang pemekaran, Abu Bakar Beko. Dengan penuh keyakinan dan semangat yang membara, ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut tidak akan pernah berhenti sampai cita-cita masyarakat Pulau Sumbawa untuk memiliki provinsi sendiri benar-benar terwujud.
Menurut Abu Bakar Beko, kondisi yang terjadi di Pulau Sumbawa saat ini menjadi alasan kuat mengapa perjuangan pemekaran harus terus dilakukan. Ia menilai bahwa Pulau Sumbawa dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pertambangan, pertanian, peternakan, perikanan hingga potensi pariwisata yang sangat besar. Namun di balik kekayaan tersebut, masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan belum merasakan kesejahteraan yang merata.
“Darah perjuangan saya mendidih setiap kali melihat kondisi masyarakat Pulau Sumbawa. Negeri ini kaya raya, memiliki sumber daya alam yang luar biasa, tetapi kemiskinan masih merajalela di berbagai wilayah. Ini adalah kenyataan yang tidak boleh kita abaikan. Karena itu, saya tidak akan pernah berhenti bersuara lantang sampai Provinsi Pulau Sumbawa benar-benar terbentuk,” tegas Abu Bakar Beko.
Ia meyakini bahwa pemekaran wilayah melalui pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa merupakan salah satu solusi strategis untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya provinsi baru, menurutnya, rentang kendali pemerintahan akan menjadi lebih efektif, pelayanan publik lebih dekat kepada masyarakat, serta distribusi anggaran pembangunan dapat lebih fokus pada kebutuhan daerah.
Abu Bakar Beko juga menegaskan bahwa perjuangan pembentukan PPS bukanlah kepentingan segelintir kelompok atau elite tertentu, melainkan aspirasi yang lahir dari harapan besar masyarakat Pulau Sumbawa untuk mendapatkan keadilan pembangunan dan kesempatan yang lebih luas dalam meningkatkan taraf hidup.
“Pemekaran provinsi bukan sekadar perubahan administratif. Ini adalah perjuangan untuk masa depan generasi Pulau Sumbawa. Ini tentang bagaimana kekayaan daerah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakatnya. Ini tentang pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Dengan nada penuh semangat, ia menyatakan bahwa selama napas masih berhembus dan semangat perjuangan masih menyala dalam dirinya, ia akan terus mengobarkan perjuangan bersama seluruh elemen masyarakat yang mendukung terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa.
“Selama napas masih berirama, selama jantung ini masih berdetak, semangat juang saya tidak akan pernah padam. Saya akan terus berdiri bersama rakyat, menyuarakan harapan masyarakat Pulau Sumbawa, dan memperjuangkan terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa sampai cita-cita itu menjadi kenyataan,” katanya.
Sebagai bentuk konsistensi perjuangan tersebut, Abu Bakar Beko mengungkapkan bahwa pada esok hari pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat dan pejuang PPS akan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi secara damai melalui aksi unjuk rasa di Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Aksi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk kembali mengingatkan para pemangku kebijakan agar memberikan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa.
“Kami akan turun ke jalan dengan semangat persatuan dan perjuangan. Aksi ini adalah bentuk kecintaan kami terhadap daerah dan bentuk tanggung jawab moral untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Pulau Sumbawa. Kami ingin suara rakyat didengar dan aspirasi pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa mendapatkan perhatian yang semestinya,” ujar Abu Bakar Beko.
Perjuangan panjang pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa hingga kini masih terus menjadi salah satu isu strategis yang mendapat perhatian luas dari masyarakat. Berbagai kalangan berharap agar aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme konstitusional yang berlaku, sehingga cita-cita menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, pembangunan yang lebih merata, dan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat Pulau Sumbawa dapat terwujud di masa mendatang.






