PKK Sumbawa Gelar Workshop, Sulap Perca Tenun Kre Alang Jadi Produk Bernilai

oleh -169 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 April 2026) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE., secara resmi membuka Workshop Pelatihan Membuat Produk-Produk Inovatif dari Perca Tenun Kre Alang, Rabu (15/4), di Aula Sekretariat TP PKK Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kreativitas masyarakat, khususnya kader PKK dan pelaku UMKM, dalam mengolah limbah kain tenun Kre Alang menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Dalam sambutannya, Hj. Ida Fitria menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah di tengah arus modernisasi. Menurutnya, tenun Kre Alang merupakan bagian dari identitas masyarakat Samawa yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Ketika kita berbicara tentang Kre Alang, kita sedang berbicara tentang identitas kita sebagai orang Samawa. Tugas kita adalah bagaimana Kre Alang ini tetap hidup dan relevan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta untuk mengubah cara pandang terhadap sisa kain atau perca yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai. Menurutnya, dari bahan-bahan sederhana justru dapat lahir peluang besar apabila diolah dengan kreativitas.

“Seringkali kita melihat sisa-sisa kain atau perca sebagai sesuatu yang kecil, bahkan terabaikan. Padahal, jika dilihat dengan cara pandang yang berbeda, di situlah justru peluang besar muncul. Nilai tambah tidak selalu datang dari bahan baru, tetapi dari kreativitas dalam mengolah yang sudah ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat Sumbawa harus semakin mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap para pengrajin daerah. Dengan dukungan tersebut, produk-produk berbasis Kre Alang diyakini akan semakin berkembang dan memiliki daya saing.

Tidak hanya berhenti pada satu jenis produk, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa itu berharap perca tenun Kre Alang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan yang lebih variatif dan memiliki nilai jual tinggi.

“Bukan hanya Kre Alang dalam bentuk bros saja, tetapi saya berharap bisa dikembangkan menjadi berbagai produk turunan lainnya,” tambahnya.

Hj. Ida Fitria berharap workshop ini mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta dan masyarakat luas, terutama dalam meningkatkan perekonomian keluarga.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa bermanfaat untuk kita dan sekitar kita serta mampu meningkatkan perekonomian kita,” pungkasnya.

Workshop ini diikuti kader TP PKK dan pelaku UMKM dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang kerajinan dan pengolahan limbah tekstil. Melalui kegiatan ini, perca tenun Kre Alang diharapkan dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *