KONI Sumbawa Perketat TC Jelang Porprov, Atlet ASN dan Pelajar Diusulkan Dapat Dispensasi

oleh -121 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 April 2026) —Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa mulai memanaskan mesin menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Untuk memastikan hasil terbaik, KONI Sumbawa resmi meluncurkan program Training Center (TC) terpusat dengan penekanan pada peningkatan intensitas latihan dan disiplin tinggi.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., Kamis (16/4/26), menegaskan bahwa fase TC merupakan masa krusial bagi seluruh cabang olahraga. Karena itu, ia meminta atlet dan pelatih mengubah pola pikir dari latihan rutin biasa menjadi latihan kompetisi yang lebih keras dan terukur.

“Latihan yang dijalani selama TC tidak boleh disamakan dengan latihan rutin biasa. Frekuensi dan intensitasnya harus ditingkatkan secara signifikan agar atlet benar-benar siap secara fisik maupun mental saat berlaga nanti,” ujar Rafiq, Kamis, 16 April 2026.

Menurutnya, peningkatan kualitas latihan harus dibarengi dengan kedisiplinan tinggi dari seluruh atlet. Tidak hanya soal kemampuan teknik, kesiapan mental dan ketahanan fisik juga menjadi perhatian utama selama masa TC.

Abdul Rafiq juga menyoroti pentingnya peran pelatih di setiap cabang olahraga. Ia menilai keberhasilan program TC sangat bergantung pada kemampuan pelatih dalam menyusun pola latihan yang sistematis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan atlet.

Berdasarkan evaluasi internal KONI selama tiga bulan terakhir, terjadi peningkatan progres pada diri para atlet. Meski demikian, masih ada sejumlah aspek yang harus diperkuat, terutama menyangkut konsistensi latihan dan manajemen waktu.

“Secara umum progres atlet cukup baik. Namun kami masih melihat ada yang perlu diperbaiki, terutama disiplin waktu dan konsistensi mengikuti program latihan,” katanya.

Di tengah upaya meningkatkan intensitas TC, KONI Sumbawa juga menghadapi tantangan di lapangan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu latihan bagi atlet dan pelatih yang masih terikat jam kerja maupun aktivitas belajar.

Menjawab persoalan tersebut, KONI Kabupaten Sumbawa tengah menempuh langkah strategis dengan mengajukan permohonan dispensasi kepada Bupati Sumbawa.

Dispensasi tersebut ditujukan bagi atlet dan pelatih yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK, PPPK paruh waktu, pelajar, maupun mahasiswa.

“Kami melihat di lapangan banyak atlet dan pelatih yang baru bisa masuk arena latihan setelah menyelesaikan tugas di instansi masing-masing. Semangat mereka luar biasa, tetapi waktu yang tersedia sangat terbatas jika harus berbagi dengan jam kerja atau belajar,” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan dispensasi, KONI berharap para atlet dapat fokus sepenuhnya pada program TC tanpa terbebani urusan kedinasan maupun akademik untuk sementara waktu.

Rafiq optimistis dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat akan menjadi modal penting bagi kontingen Kabupaten Sumbawa untuk meraih hasil maksimal pada Porprov mendatang.

“Ini adalah bentuk investasi daerah di bidang olahraga. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis atlet Kabupaten Sumbawa mampu meraih prestasi maksimal di ajang Porprov,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *