Peluncuran Lagu “Tau Samawa” di Bala Putih, Sarat Nilai Budaya dan Pendidikan Karakter

oleh -1090 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 April 2026) Lagu “Tau Samawa” karya musisi ternama Sumbawa, Iqbal Sanggo, resmi dirilis pada Minggu (12/4/2026) malam ini. Peluncuran lagu tersebut dikemas dalam kegiatan Pemutaran Perdana Video Musik dan Bedah Karya “Tau Samawa” yang berlangsung di Bala Putih Wisma Praja Sumbawa.

Acara ini dihadiri langsung oleh pencipta lagu sekaligus musisi, Iqbal Sanggo, bersama penyanyi Widhi. Turut hadir pula tokoh budaya H. Hasanuddin, S.Pd, Yuli Andari dari LATS, Aminuddin selaku pemerhati budaya, serta Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Dikbud Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd. Selain itu sejumlah musisi dari komunitas Sambava dan Rajasua juga turut meramaikan kegiatan tersebut.

Dalam pemaparannya, Iqbal Sanggo mengungkapkan bahwa lagu Tau Samawa lahir dari kegelisahan terhadap memudarnya jati diri masyarakat Sumbawa, khususnya di kalangan generasi muda. Menurutnya, menjadi Tau Samawa tidak cukup hanya karena lahir atau tinggal di Sumbawa, tetapi menyangkut pemahaman nilai, sikap hidup, dan karakter.

“Lagu ini bukan sekadar tentang daerah asal, tetapi tentang jati diri. Tentang siapa orang Sumbawa, nilai apa yang dipegang, dan bagaimana sikap hidupnya,” ungkap Iqbal.

Lebih jauh pria yang juga sangat dikenal di kalangan Aktivis dan Akademisi ini menjelaskan, lagu ini turut mengangkat kekayaan budaya lisan Sumbawa seperti sakeco dan tembang kiak. Kedua tradisi ini dinilai mulai jarang terdengar, sehingga melalui karya ini diharapkan dapat kembali dikenal dan dilestarikan.

Pesan utama lagu Tau Samawa terletak pada prinsip hidup masyarakat Sumbawa yang dikenal dengan perenti kalanis, yang mencakup tiga nilai utama. Yaitu, To, Ila, dan Saling Satingi. Nilai-nilai ini mencerminkan keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan hubungan sosial.

Tokoh adat dan budaya Sumbawa, H. Hasanuddin S.Pd, menegaskan pentingnya tiga nilai utama dalam kehidupan masyarakat Tau Samawa, yakni to, ila, dan saling satingi sebagai fondasi dalam membentuk karakter dan jati diri.

Menurutnya, to yang berarti pengetahuan menjadi dasar utama dalam menjalani kehidupan. Ia menjelaskan bahwa kehidupan yang baik tidak mungkin dibangun di atas kebingungan, melainkan harus dimulai dari pemahaman yang benar.

“Dalam pandangan Tau Samawa, hidup harus dimulai dari tahu mana yang benar dan mana yang salah, serta mengerti mana yang pantas dan tidak pantas,” ujarnya.

Selain to, nilai ila juga memiliki kedudukan penting dalam kehidupan Tau Samawa. Ia menekankan bahwa ila bukan sekadar rasa malu, melainkan bagian dari kepribadian yang harus ditempatkan pada dimensi tertinggi dalam diri masyarakat Sumbawa.

“Ila adalah cerminan karakter. Ini bukan hanya soal malu, tetapi bagaimana seseorang menjaga diri, sikap, dan kehormatan,” tegasnya.

Sementara itu, saling satingi dimaknai sebagai bentuk penghargaan terhadap sesama. Dalam kehidupan sosial, masyarakat tidak hanya menuntut untuk dihargai, tetapi juga harus mampu menghargai orang lain.

“Kita tidak bisa hanya ingin dihargai, tetapi juga harus menghargai orang lain. Di situlah makna saling satingi,” imbuhnya.

H. Hasanuddin menegaskan, ketiga nilai tersebut merupakan modal dasar bagi Tau Samawa dalam mengenal diri sendiri sekaligus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Nova Adithiya Ananda yang menyusun buku terkait karya-karya Iqbal Sanggo menjelaskan bahwa lagu-lagu tersebut tidak hanya menghadirkan keindahan musikal, tetapi juga memuat pesan kehidupan yang mendalam.

Ia menyebutkan, enam lagu karya Iqbal Sanggo yakni “Tau Samawa, Panyomo, Sopo Sapolak, Guar Tangar, Selam Ano, dan Alam Sumbawa” merupakan representasi nilai budaya yang diwariskan lintas generasi. Mulai dari jati diri, tanggung jawab keluarga, semangat perjuangan, hingga rasa syukur terhadap alam.

“Budaya tidak selalu hilang dengan gaduh, tetapi bisa memudar perlahan ketika tidak lagi diucapkan, dinyanyikan, dan dihidupkan. Di sinilah lagu menjadi penting sebagai media penyimpan ingatan dan nilai,” ujarnya.

Peluncuran lagu Tau Samawa ini pun diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Lebih dari sekadar karya musik, “Tau Samawa” hadir sebagai pengingat bahwa menjadi orang Sumbawa berarti hidup dengan ilmu, menjaga martabat, serta menghormati sesama nilai yang relevan sepanjang zaman. (SR)

Inilah Lirik Lagu “Tau Samawa”

Eeee Tau Samawa

Sasingin diri pang tana Samawa

Rungan ka tutir sapuan

Tau ka ada, tau ka datang

Nan nya tempa Tau Samawa

Sasopo diri, sasopo riri

Reff :

Tau Samawa we intan

Parenti Tau Samawa

Sai to dua ke ila, telu tu saling satingi

Sakantap satego gama

Pangeto bawa ko tendrang

lla dadi baeng beme

Samata Tau Samawa

Ta nya Tau Samawa

Ka dadi Tau Samawa Na sangilang na sanonda Maris dadi Tau Samawa

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *