Halal Bihalal STAIS, Ketua Tekankan Semangat dan Keberlanjutan Kampus, Pembina Yayasan Tawarkan Usaha Produktif

oleh -530 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 April 2026) – Suasana hangat dan kebersamaan mewarnai Halal Bihalal yang berlangsung sederhana di Sekolah Tinggi Agama Islam Sumbawa (STAIS), Selasa (7/4/26) pagi.

Selain mempererat silaturahim pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H, kegiatan yang dihadiri Pembina Yayasan Angin Laut Biru, Dr. H. Zulkiflimansyah, Rektor UTS Ny. Niken Saptarini, M.Sc, Ketua STAIS Ahmad Jaya, S.Pd., MT, jajaran yayasan, dosen, serta staf ini, juga menjadi ajang evaluasi lembaga dan pengelolaannya.

Dalam kesempatan itu, Ketua STAIS Ahmad Jaya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh civitas akademika, sekaligus menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kampus di tengah berbagai tantangan.

“Secara pribadi saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Kami juga ingin menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah bagaimana keberlanjutan STAIS ke depan,” ujarnya.

Ahmad Jaya mengungkapkan bahwa di tengah berbagai keterbatasan, semangat para dosen dan staf tetap tinggi. Aktivitas perkuliahan berjalan normal, baik secara daring maupun luring, tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, kegiatan kampus berjalan normal. Bahkan semangat teman-teman meningkat, perkuliahan online dan offline tetap terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan capaian penting STAIS, termasuk keberhasilan meraih akreditasi seluruh program studi pada tahun 2025 serta pelaksanaan wisuda perdana. Tahun 2026 ini, STAIS kembali bersiap menggelar wisuda kedua.

Namun demikian, Ahmad Jaya tidak menampik adanya tantangan serius, khususnya dalam hal pendanaan.

Ia menjelaskan bahwa sumber pendanaan kampus selama ini sangat bergantung pada beasiswa dan dukungan pihak eksternal, termasuk aspirasi dewan. Namun, kondisi global yang berdampak pada pengurangan anggaran turut mempengaruhi dukungan tersebut.

Meski demikian, Ahmad Jaya menegaskan bahwa pihaknya tetap optimis dan terus berupaya mencari solusi, sembari menjaga semangat seluruh civitas akademika.

“Kami harus tetap berjalan. Ini bagian dari proses. Alhamdulillah teman-teman tetap semangat dan itu menjadi kekuatan utama kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Angin Laut Biru, Dr. H. Zulkiflimansyah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan motivasi kepada seluruh civitas akademika agar terus berinovasi dalam mengembangkan kampus, khususnya dalam memperkuat jejaring dan dukungan eksternal.

“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi dan jejaring yang kuat agar bisa berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, Gubenur NTB periode 2018-2023 juga menawarkan konsep pengembangan usaha produktif sebagai sumber pendapatan alternatif bagi kampus. Salah satu yang disorot adalah peluang keterlibatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah berproses.

Program tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung operasional kampus sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Dengan keterlibatan aktif, kampus tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga bagian dari solusi terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia berharap STAIS Sumbawa dapat menangkap peluang tersebut dengan baik, sehingga ke depan mampu menjadi kampus yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. (SR)

kampungbet

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *