Halal Bihalal PKS NTB, Johan Rosihan Soroti Ancaman Krisis Pangan dan Energi

oleh -562 Dilihat

MATARAM, samawarea.com (5 April 2026) Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Johan Rosihan ST, mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah memasuki fase baru konflik global berupa perang ekonomi dan perang mata uang yang berdampak langsung pada stabilitas pangan dan kesejahteraan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal DPW PKS Nusa Tenggara Barat di Mataram, Sabtu (5/4/2026), yang dihadiri kader dan pengurus partai dari berbagai daerah di NTB.

Menurut Haji Johan–legislator asal Pulau Sumbawa ini, eskalasi konflik antara Iran, Amerika dan Israel, yang kini telah melampaui dimensi militer dan merambah ke persaingan sistem keuangan global.

“Ini bukan lagi sekadar konflik bersenjata. Dunia sedang bergerak ke arah perang ekonomi dan perang mata uang global. Dampaknya sangat nyata, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dinamika global tersebut memicu pergeseran sistem transaksi energi dunia, termasuk munculnya dorongan penggunaan mata uang non-dolar dalam perdagangan minyak. Kondisi ini dinilai meningkatkan volatilitas harga energi serta menekan stabilitas ekonomi global.

Menurut Haji Johan, dampak langsung dari situasi ini akan dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga pangan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, hingga melemahnya daya beli.

“Kalau harga energi terganggu, maka biaya produksi naik, distribusi terganggu, dan ujungnya rakyat yang menanggung beban melalui kenaikan harga pangan,” tegasnya.

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap sistem ekonomi global yang rentan.

“Ketahanan pangan adalah benteng utama kita. Ini bukan hanya isu ekonomi, tetapi bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat,” lanjutnya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Haji Johan menegaskan bahwa PKS akan terus mendorong penguatan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan sebagai fondasi kedaulatan bangsa di tengah tekanan global.

Ia juga mengajak seluruh kader PKS untuk meningkatkan kapasitas dalam membaca dinamika global, sekaligus tetap hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

“Kader PKS harus menjadi solusi, bukan hanya di ruang politik, tetapi juga di tengah kehidupan rakyat,” ujarnya.

Haji Johan berharap momentum Halal Bihalal ini dapat memperkuat soliditas kader PKS dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat peran pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harus siap menghadapi perubahan dunia dengan keteguhan, persatuan, dan kerja nyata,” pungkasnya. (SR)

bawaslu samawa https://www.samawarea.com/wp-content/uploads/IMG-20260410-WA0032.webpsrc="https://click.advertnative.com/loading/?handle=14885" >

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *