Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 06/4/2026) Warga Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), digegerkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki yang masih hidup di dalam tas belanja, Senin pagi sekitar pukul 10.00 WITA. Bayi tersebut ditemukan di depan SMA Negeri 2 Taliwang, tepatnya di sebuah berugak (gazebo) yang berada di sekitar area sekolah.
Salah satu saksi mata, Asan, warga Kelurahan Sampir, Kecamatan Taliwang, menuturkan bahwa dirinya menemukan bayi tersebut secara tidak sengaja saat sedang menunggu anaknya pulang sekolah.
“Saya lagi tunggu anak pulang sekolah. Kebetulan berugak tempat anak ditemukan itu di depan sekolah. Saya duduk di atas motor dekat berugak,” ujar Asan saat ditemui.
Awalnya, ia mengaku tidak menaruh curiga terhadap situasi di sekitarnya. Namun, suasana berubah ketika ia mendengar suara tangisan bayi yang samar.
“Tidak lama saya menunggu, saya mendengar ada tangisan bayi. Saya langsung mencari asal tangisan tersebut. Setelah tangisan kedua terdengar lebih keras, saya kembali mencari sumbernya,” jelasnya.
Rasa penasaran membawa pandangannya tertuju pada sebuah kantong plastik (kresek) yang tergeletak di atas berugak. Kantong tersebut tampak mencurigakan karena terlihat ada gerakan di dalamnya.
“Setelah saya perhatikan lagi, ternyata ada gerakan dalam kresek. Saya langsung mendekatinya dan sangat terkejut melihat sosok bayi laki-laki yang masih hidup, lengkap dengan ari-arinya seperti baru saja dilahirkan,” ungkap Asan dengan nada masih emosional.
Tanpa berpikir panjang, Asan segera memanggil warga sekitar. Dalam waktu singkat, lokasi penemuan dipenuhi warga yang penasaran sekaligus prihatin dengan kondisi bayi tersebut. Di dalam tas belanja yang diduga berasal dari Alfamart itu, juga ditemukan sehelai jilbab berwarna merah yang membungkus bayi.
Warga kemudian berinisiatif menghubungi pihak puskesmas setempat agar bayi segera mendapatkan penanganan medis.
“Warga langsung menelpon puskesmas supaya bayi tersebut bisa diselamatkan. Tidak lama kemudian bayi dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.
Peristiwa ini memicu reaksi emosional dari masyarakat. Banyak warga yang mengecam tindakan orang tua yang tega meninggalkan bayi tersebut. Di tengah suasana haru, muncul pula rasa kepedulian dari warga yang ingin merawat bayi itu.
Salah satunya adalah seorang warga bernama Ibrahim yang menyatakan keinginannya untuk mengadopsi bayi tersebut.
“Datang seorang bapak, Ibrahim, dengan penuh harapan. Ia sangat ingin mengadopsi bayi tersebut menjadi anaknya,” ujar salah satu warga di lokasi.
Tak hanya Ibrahim, beberapa warga lain juga menyuarakan keinginan serupa. Namun, pihak petugas menyatakan bahwa proses adopsi belum dapat dilakukan sebelum kasus penelantaran ini diselidiki dan diselesaikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa orang tua yang tega meninggalkan bayi tersebut. Sementara itu, kondisi bayi dilaporkan dalam penanganan tenaga medis dan mendapat perawatan intensif.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap kehidupan anak, sekaligus menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus penelantaran bayi tersebut







