Sumbawa Hijau Lestari Jarot Ansori Sejalan dengan Titah Sultan Sumbawa

oleh -607 Dilihat

USUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 April 2026) – Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) menggelar Dzikir dan Doa Bersama dalam rangka memperingati 15 tahun penobatan Sultan Sumbawa XVIII sekaligus Malikelis (ulang tahun) ke-85 Sultan Muhammad Kaharuddin IV, Minggu (5/4/2026) malam di Istana Bala Kuning.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari jajaran pengurus LATS, tokoh adat, hingga kepala daerah dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, Bupati KSB H. Amar Nurmansyah, Wakil Bupati Sumbawa Drs. Mohamad Ansori, Sekda Sumbawa Dr. Budi Prasetiyo, serta para pejabat daerah dan tokoh masyarakat lainnya.

Acara diawali setelah shalat Isya dengan dzikir bersama yang dipimpin Ketua Dewan Syara’ LATS, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana semakin khidmat dengan pemutaran video dokumentasi penobatan Sultan yang berlangsung pada 5 April 2011.

Memasuki acara inti, Pariwa Adat LATS, Dr. KH. Lalu Zulkifi Muhadli menyampaikan pengantar sekaligus membacakan titah Sultan Muhammad Kaharuddin IV. Dalam refleksi 15 tahun penobatan, ia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan peradaban Tau Samawa.

“Penobatan Sultan bukan hanya simbol sejarah, tetapi menjadi panduan jati diri Tau Samawa bagi generasi sekarang dan masa depan,” ujarnya.

Dalam titahnya, Sultan Muhammad Kaharuddin IV menyerukan kepada seluruh masyarakat Tau Samawa untuk tetap teguh di tengah perubahan zaman, menjaga persatuan, serta menghidupkan kembali nilai-nilai luhur adat.

Sultan juga menekankan pentingnya falsafah “Adat Barenti Ko Syara’, Syara’ Barenti Ko Kitabullah” sebagai pedoman hidup masyarakat. Selain itu, nilai gotong royong (basiru) dan tolong-menolong (tulung) diharapkan terus dihidupkan sebagai kekuatan sosial.

Tak hanya itu, Sultan mengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan kelestarian alam sebagai amanah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Alam adalah titipan yang harus dijaga, bukan untuk dihabiskan,” demikian pesan Sultan dalam titahnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP dalam pidato kebudayaannya menegaskan bahwa momentum ini menjadi refleksi penting dalam memperkuat jati diri Tau Samawa, termasuk dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Ia mengaitkan nilai-nilai budaya lokal dengan program pembangunan daerah seperti Sumbawa Hijau Lestari yang tengah digalakkan pemerintah.

Di kesempatan yang sama, Bupati KSB H. Amar Nurmansyah menyoroti pentingnya menjaga akar sejarah dan budaya yang sama antara Sumbawa dan KSB sebagai warisan besar peradaban masa lalu.

“Kita memiliki akar dan pohon besar yang sama. Ini adalah warisan tak ternilai yang harus kita jaga untuk memperkuat jati diri Tau Samawa,” pungkasnya. (SR)

kampungbet

bawaslu samawa https://www.samawarea.com/wp-content/uploads/IMG-20260410-WA0032.webpsrc="https://click.advertnative.com/loading/?handle=14885" >

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *