Misteri Mayat Terapung di Tanjung Menangis Terungkap, Korban Nelayan Asal Sinjai

oleh -1356 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Maret 2026) – Identitas jasad laki-laki yang ditemukan terapung di perairan Tanjung Menangis, Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Amiruddin (54), seorang nelayan asal Sinjai yang sebelumnya menjadi korban kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem di perairan Kaliantan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH, SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Andy Nur Rosihun Alfajri, S.Tr.K, Rabu (11/3) malam ini, menjelaskan bahwa jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Supardi (44), warga Desa Labuan Sumbawa.

Saat itu, Supardi sedang memancing di sekitar lokasi kejadian pada Selasa (10/3) sekitar pukul 14.00 Wita. Ia kemudian melihat sesosok mayat laki-laki mengapung di perairan Tanjung Menangis. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat gabungan dari Polres Sumbawa langsung menuju lokasi. Tim yang terlibat antara lain Kasat Polairud Polres Sumbawa IPTU Baiq Sinta Dewi Ratna Nagari, SH bersama anggota, Kapolsek Sumbawa IPTU Rohmad Rondhi, Kapolsek Labuan Badas IPTU Eko Riyono, SH, M.Si, Pawas Polres Sumbawa IPDA Hariade, S.Psi, personel SPKT, Sat Reskrim, tim Identifikasi serta petugas Puskesmas Labuan Badas.

Sekitar pukul 15.00 Wita, tim Sat Polairud melakukan evakuasi terhadap jenazah dari perairan. Selanjutnya pada pukul 16.20 Wita, jasad berhasil dibawa ke Pantai Goa, Kecamatan Labuan Badas sebelum kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Sumbawa untuk dilakukan pemeriksaan visum luar.

Hasil pemeriksaan oleh dokter jaga RSUD Sumbawa dr. Bintang Deman Jaya menunjukkan bahwa jenazah berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia di atas 50 tahun dan diperkirakan telah meninggal lebih dari satu minggu. Kondisi tubuh sudah membengkak dan mengalami pembusukan sehingga wajah tidak dapat dikenali.

Selain itu, bola mata korban sudah tidak ada, terdapat bekas gigitan ikan atau binatang laut di bagian perut kanan, serta beberapa bagian tubuh lainnya telah rusak akibat proses pembusukan di laut. Meski demikian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pada pukul 19.00 Wita, pihak kepolisian menerima informasi dari anggota Polres Lombok Timur terkait adanya laporan orang hilang akibat kecelakaan laut di perairan Kaliantan, Kecamatan Jerowaru, yang terjadi pada Kamis (5/3) sekitar pukul 17.30 Wita.

Setelah dilakukan identifikasi dan pengiriman foto jenazah kepada pihak Polres Lombok Timur, keluarga korban akhirnya mengenali jasad tersebut dari pakaian yang dikenakan korban, yakni kaos berwarna hitam bergambar boneka dengan tulisan “Broken Home”.

Korban kemudian teridentifikasi bernama Amiruddin, lahir di Sinjai pada 14 Agustus 1971, berprofesi sebagai nelayan, beralamat di Jalan Kepiting RT 003 RW 002, Desa Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah dibersihkan, dikafani, dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah oleh petugas. Selanjutnya, pada Rabu (11/3) sekitar pukul 00.00 Wita, jenazah diserahkan kepada petugas kamar jenazah RSUD Sumbawa untuk dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Kabupaten Lombok Timur.

Pihak keluarga kemudian memakamkan jenazah korban pada Kamis (11/3) pagi sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 Wita.

Polisi memastikan bahwa korban merupakan nelayan yang meninggal akibat kecelakaan laut dipicu cuaca ekstrem dan sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan di perairan Sumbawa. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *