Tanam 30 Ribu Kopi Arabika, KPP Mining Dorong Kesejahteraan Petani Lawin dan Lebangkar

oleh -1152 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 Februari 2026) — Komitmen mendukung pemberdayaan masyarakat kembali ditunjukkan oleh KPP Mining melalui pelaksanaan Program Agroforestri Kopi bersama Kelompok Tani Binaan Kawa Kuning, Desa Lawin, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa.

Program tersebut ditandai dengan kegiatan seremonial penanaman bibit Kopi Arabika yang digelar pada Senin (16/2/2026) pukul 08.00 Wita di Demplot Kebun Kopi Kelompok Tani Kawa Kuning, Desa Lawin.

Diawali dengan prosesi ritual “Nepi Mona” oleh dua tokoh wanita, Siti Hajar dan Fatimah untuk menentukan siapa yang menjadi orang pertama penanaman, kegiatan ini dihadiri Camat Ropang Andry Agung Dewanto, Danramil Ropang, Kapten Inf Lalu Said, HCGS & FAT DEPT HEAD KPP Mining, Annurrahman beserta jajaran, perwakilan PT SJR Lukman Barak, Kades Lawin, Ahdiyat Kertamiharja, Kades Lebangkar, Ungang, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan para pelajar dari SDN Lawin.

Sebanyak 30 ribu bibit Kopi Arabika ditanam di wilayah Desa Lawin dan Lebangkar. Program ini menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam mendorong pengembangan agroforestri berkelanjutan di wilayah lingkar tambang.

HCGS & FAT DEPT HEAD KPP Mining, Annurrahman dalam sambutannya menyampaikan bahwa penanaman kopi ini merupakan bagian dari program community development yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi berorientasi jangka panjang terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat mengetahui sejauh mana pengembangan yang dilakukan perusahaan. Harapannya, manfaat program ini bisa dirasakan secara luas, bukan hanya oleh kelompok tani, tetapi juga oleh masyarakat secara keseluruhan hingga ke anak cucu mereka,” ujarnya.

Dijelaskan Aman–sapaan akrabnya,, program agroforestri kopi di Desa Lawin merupakan satu dari tiga lokasi pengembangan yang dilakukan perusahaan di seluruh wilayah operasionalnya. Selain di Sumbawa, program serupa juga dilaksanakan di Kalimantan Selatan dan Sumatera.

Menurutnya, pengembangan kopi tidak berhenti pada tahap penanaman. Perusahaan juga berkomitmen mendampingi petani mulai dari proses budidaya, peningkatan kapasitas, hingga membantu pemasaran dan penjualan hasil panen nantinya.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana petani bisa mandiri, kompetensinya meningkat, dan jangkauan pemasarannya semakin luas. Kami ingin kesejahteraan masyarakat benar-benar berdampak luas,” tambahnya.

Ia berharap melalui kerja sama yang baik antara perusahaan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat, program agroforestri kopi ini dapat menjadi tonggak penguatan ekonomi berbasis pertanian di Kecamatan Ropang, khususnya Desa Lawin dan Lebangkar.

Kegiatan penanaman juga dihadiri perangkat desa, perwakilan sekolah dasar, serta masyarakat setempat. Suasana kebersamaan terlihat dalam semangat gotong royong menanam bibit kopi yang diharapkan menjadi investasi hijau jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Semoga program ini membawa keberkahan dan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Desa Lawin dan Kecamatan Ropang pada umumnya,” tutup Aman. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *