Saat Zohran Reses di Kampung Hijrah, Warga Keluhkan Gas Langka dan Banjir

oleh -455 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13 Februari 2026) – Memasuki malam kedua agenda reses masa persidangan tahun ini, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi NasDem, H. Zohran SH menemui konstituen di Dusun Kayangan, Kampung Hijrah, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan yang dipandu moderator Bohari Boya tersebut berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan di kediaman H. Kamran. Kehadiran legislator tersebut disambut hangat tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Dusun Kayangan Mulyono dan Ketua RT setempat, Ramli.

Dalam sambutannya, Mulyono menyampaikan apresiasi karena wilayahnya dijadikan titik serap aspirasi. Ia berharap persoalan banjir yang kerap melanda Kampung Hijrah mendapat perhatian serius.

Menanggapi hal itu, H. Zohran menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal. Menurutnya, aspirasi yang dihimpun tidak hanya menyangkut bantuan fisik sederhana, tetapi menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan Kabupaten Sumbawa secara lebih luas dan berkelanjutan.

Sesi dialog menjadi bagian paling dinamis dalam pertemuan tersebut. Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh gas LPG subsidi karena belum adanya pangkalan resmi di Kampung Hijrah.

Menjawab keluhan itu, H. Zohran memaparkan data teknis terkait kuota LPG. Berdasarkan data dinas terkait, kuota LPG Kabupaten Sumbawa saat ini mencapai 11.003 metrik ton. Jika dihitung, satu rumah tangga di Sumbawa rata-rata hanya memperoleh sekitar 13 tabung per tahun.

“Angka ini jauh di bawah Kota Mataram yang bisa mencapai 23 tabung per tahun. Ini ketimpangan yang harus kita perjuangkan,” tegasnya.

Ia berkomitmen akan menindaklanjuti persoalan tersebut ke tingkat pusat, yakni ke Kementerian ESDM melalui Dirjen Migas, agar kuota LPG untuk Sumbawa dapat ditambah sehingga kelangkaan dan lonjakan harga di atas harga subsidi dapat ditekan.

Selain persoalan gas, kaum ibu di Kampung Hijrah juga menyuarakan kebutuhan dukungan terhadap pelaku UMKM, khususnya kemudahan akses permodalan dan pembinaan usaha. Warga menilai program jemput bola dari dinas terkait belum menjangkau seluruh pelosok desa secara merata.

Tak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan pelebaran jembatan utama menuju Kampung Hijrah guna memperlancar akses ekonomi dan mobilitas warga, terutama bagi perajin kopi dan pelaku usaha makanan olahan setempat.

Menutup pertemuan, H. Zohran memastikan seluruh aspirasi telah dicatat dan akan diperjuangkan agar dapat terakomodir dalam program kerja pemerintah daerah, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Semua usulan, mulai dari pemberdayaan UMKM hingga jembatan, telah kami catat. Mari kita berdoa bersama agar apa yang kita rencanakan bisa terealisasi,” pungkasnya. (SR)

kampungbet

link gacor

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *