SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Februari 2026) — Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan bahwa Groundbreaking Program Pengembangan Industri Ayam Terintegrasi di Serading, Kabupaten Sumbawa, menjadi momentum penting dimulainya langkah besar hilirisasi peternakan di NTB.
Hal ini disampaikan Gubernur saat melakukan peletakan baru pertama yang disaksikan Anggota DPR RI Komisi IV Johan Rosihan, Anggota DPRD NTB, Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, Dandim 1607 Sumbawa, pimpinan OPD, Camat, Kades dan akademisi, serta tokoh masyarakat, Jumat (6/2/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur NTB menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Komisi IV Johan Rosihan yang dinilainya konsisten mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di NTB, khususnya di Sumbawa.
“Terima kasih Pak Johan Rosihan. Beliau ini sudah mendukung saya bahkan sebelum saya jadi gubernur. Walaupun partai boleh beda, tapi visi kita sama untuk memajukan daerah,” ujar Gubernur.
Gubernur yang disapa Miq Iqbal ini juga mengungkap kisah di balik percepatan sejumlah program infrastruktur di Sumbawa, termasuk bagaimana dirinya harus menghubungi Menteri pada dini hari demi memastikan dukungan pusat untuk daerah ini.
“Hanya Pak Bupati Sumbawa yang bisa membuat saya telepon Menteri jam satu pagi. Dan alhamdulillah, langsung diputuskan skema multiyears untuk jalan yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Menurut Gubernur, kisah tersebut sengaja disampaikan agar masyarakat mengetahui bahwa perhatian Pemerintah Provinsi terhadap Sumbawa bukan sebatas seremoni, tetapi kerja nyata yang sering kali dilakukan di balik layar.
“Saya tidak pernah menomor-duakan Sumbawa. Satu malam pun masih bekerja untuk Sumbawa,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menekankan bahwa keberhasilan program hilirisasi ini tidak lepas dari kerja kolaboratif banyak pihak, termasuk dukungan teknis dari jajaran Kementerian Pertanian serta para tenaga ahli dan akademisi asal Sumbawa yang menjadi penasihat di bidang peternakan.
Groundbreaking ini menjadi langkah awal dari konsep industri ayam terintegrasi penuh dari hulu hingga hilir. Program ini dirancang tidak hanya untuk produksi, tetapi mencakup pembibitan, pakan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi hasil ternak.
“Proyek ini akan menjadi model pengembangan industri peternakan modern di NTB dan diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah produk ternak, serta memperkuat posisi Sumbawa sebagai sentra peternakan unggulan,” ujarnya.
Dengan dimulainya pembangunan industri ayam terintegrasi ini, sambung Gubernur, Sumbawa diharapkan menjadi contoh nyata keberhasilan hilirisasi peternakan berbasis kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan masyarakat. (SR)






