Tahun ini Tambang Dodo Masuk Tahap Konstruksi ? Bupati Sumbawa: Kita Tunggu Informasi Resmi

oleh -843 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Januari 2026) – Kabarnya, tidak lama lagi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akan memasuki tahap konstruksi di wilayah pertambangan Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa. Dengan dimulainya tahapan tersebut, aktivitas pertambangan di Dodo Rinti menandai fase awal operasional tambang.

Informasi yang dihimpun samawarea.com menyebutkan, tahap konstruksi di kawasan tambang emas dan tembaga tersebut ditargetkan berlangsung pada tahun 2026. Saat ini, AMNT masih menunggu rampungnya proses perizinan sebagai prasyarat dimulainya kegiatan konstruksi.

Masuknya tahap konstruksi berarti proyek tambang Dodo Rinti telah berada pada Tahap Pengembangan (Development Stage). Pada fase ini, perusahaan akan mulai membangun berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung kegiatan penambangan.

Setelah tahap konstruksi selesai, kegiatan pertambangan akan berlanjut ke Tahap Produksi (Production Stage). Pada tahap ini, aktivitas utama difokuskan pada proses penambangan dan pengolahan bijih untuk menghasilkan komoditas utama berupa emas dan tembaga.

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, yang ditemui usai Upacara Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa, Kamis (22/1/2026), mengaku belum menerima informasi resmi terkait dimulainya tahapan konstruksi di wilayah Dodo Rinti.

Namun demikian, Bupati Jarot mengakui bahwa pada tahun 2026 ini telah terlihat adanya aktivitas yang mulai meningkat di kawasan tersebut.

“Kalau memang ada rencana konstruksi itu, pasti mereka akan menyampaikan kepada saya selaku Bupati. Kita tunggu saja. Jika sudah pasti, itu kabar baik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, baru-baru ini, AMMAN merilis laporan JORC (Joint Ore Reserves Committee) terbaru per 31 Desember 2024, yang menunjukkan lonjakan cadangan dan sumber daya mineral Elang. JORC (Joint Ore Reserves Committee) adalah standar internasional yang memastikan laporan tentang sumber daya dan cadangan mineral dibuat dengan akurat dan dapat dipercaya.

Berdasarkan laporan tersebut, cadangan bijih Elang mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan dengan laporan tahun 2023, cadangan bijih meningkat sebesar 79%, dari 1,4 miliar metrik ton menjadi 2,5 miliar metrik ton. Peningkatan ini juga mencakup kenaikan 71% dalam kandungan tembaga, dari 10,4 miliar pon menjadi 17,8 miliar pon, dan kenaikan 76% dalam kandungan emas, dari 15 juta ons menjadi 26,4 juta ons.

Saat ini, studi kelayakan definitif untuk Elang sedang berlangsung dan diperkirakan akan selesai pada paruh pertama tahun 2025. Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengklasifikasikan deposit Elang sebagai deposit Porfiri Cu-Au Super Raksasa, yang ditemukan pada tahun 1991. Klasifikasi ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh Cebakan Elang sebagai salah satu sumber daya tembaga dan emas terbesar yang belum dikembangkan di dunia. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *