Desak Prioritaskan Tenaga Lokal, Ida Rahayu: Jangan Sampai Warga Sumbawa Jadi Penonton di Tambang Dodo

oleh -490 Dilihat

Foto: Anggota Komisi 2  Ida Rahayu S.Sos dan Petinggi Amman Mineral, Ahmad Saliman

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Januari 2026) – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Ida Rahayu, S.AP, mendesak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) agar memprioritaskan tenaga kerja lokal Sumbawa dalam rencana operasional tambang di wilayah Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, potensi tenaga kerja lokal sangat besar dan harus dipersiapkan sejak dini agar mampu bersaing serta memenuhi kebutuhan industri pertambangan, terutama terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan keahlian teknis lainnya.

Menurut Ida, tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan sejatinya cukup banyak. Di antaranya lulusan Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) yang dinilai sangat potensial, khususnya dalam keahlian operator alat berat.

“Tenaga kerja lokal sebenarnya punya potensi besar. Persoalannya, masih banyak yang belum memiliki sertifikasi K3 dan keahlian khusus yang disyaratkan perusahaan. Karena itu kami berharap PT Amman Mineral dapat berkontribusi melalui program CSR, terutama dalam penyediaan pelatihan, sertifikasi K3, serta peralatan pendukung,” ujar Ida.

Ia menegaskan, sertifikasi K3 merupakan salah satu syarat utama agar tenaga kerja lokal dapat terserap di sektor pertambangan. Karena itu, perusahaan diminta tidak hanya menuntut tenaga kerja siap pakai, tetapi juga aktif membina dan menyiapkan masyarakat lokal sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Srikandi parlemen yang telah menjabat empat periode ini juga menyoroti pentingnya pelatihan operator alat berat dan keahlian teknis lainnya yang dibutuhkan industri tambang. Menurutnya, penganggaran pelatihan tersebut harus benar-benar berpihak kepada rakyat agar masyarakat Sumbawa siap menghadapi kebutuhan tenaga kerja dalam skala besar.

“Tambang ini nantinya akan membutuhkan puluhan ribu tenaga kerja. Ini peluang besar untuk pengentasan pengangguran. Jangan menunggu tambang sudah berjalan baru kita kelabakan. Dari sekarang harus disiapkan, datanya ada, kebutuhan keahliannya jelas, tinggal kemauan dan komitmen,” tegasnya.

Selain itu, Ida juga mendorong Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumbawa agar membangun komunikasi intensif dengan pihak PT AMNT. Dengan begitu, keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah naungan dinas tersebut benar-benar dapat berfungsi sebagai pencetak tenaga kerja profesional dan siap pakai.

“Disnaker harus menjemput bola, berkomunikasi dengan AMNT, sehingga BLK benar-benar mampu menyiapkan SDM yang sesuai kebutuhan industri. Ayo sambut kehadiran tambang dengan kesiapan skill masyarakat Sumbawa,” tandasnya.

Ia berharap, dengan persiapan sejak dini dan sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan dan pelatihan, tenaga kerja Sumbawa tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian utama dari aktivitas pertambangan di daerahnya sendiri. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *