Groundbreaking Dijadwalkan 29 Januari, Bupati Tegaskan Proyek Unggas di Serading Aman

oleh -575 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Januari 2026) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, memastikan proyek strategis nasional Integrated Poultry Industry (Budidaya Unggas Terintegrasi) dengan nilai investasi mencapai Rp 1,3 triliun dipastikan tetap berada di Kabupaten Sumbawa.

Penegasan Bupati ini sekaligus menepis isu bahwa proyek unggas tersebut akan beralih ke daerah lain.

Proyek yang akan dibangun di kawasan Balai Pembibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPHMT) Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir tersebut, dijadwalkan akan memasuki tahapan groundbreaking pada 29 Januari 2026 mendatang.

“Berdasarkan jadwal tentatif, tanggal 29 Januari rencananya akan dilakukan groundbreaking. Untuk kesiapan lahan, pemerintah daerah sudah sangat siap dan tinggal menunggu kepastian final,” ujar Bupati yang akrab disapa Haji Jarot kepada wartawan, Kamis (22/1).

Ia menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 10–12 hektare dari total lahan provinsi seluas 41 hektare yang berada di kawasan BPHMT. Seluruh persiapan dilakukan sebagai bentuk komitmen mendukung Program Strategis Nasional (PSN).

“NTB termasuk dalam lima provinsi yang ditetapkan sebagai lokasi proyek, bersama Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Lampung. Karena itu, kita wajib mendukung penuh,” tegasnya.

Haji Jarot mengakui, untuk mendapatkan proyek tersebut bukan perkara mudah, mengingat banyak daerah yang juga mengajukan diri. Namun, Sumbawa dinilai memiliki poin tertinggi sehingga masuk dalam daftar prioritas utama.

“Sumbawa masih berada di urutan pertama. Kami juga memastikan tenaga kerja yang terlibat nantinya merupakan putra-putri terbaik daerah,” katanya.

Menurutnya, kehadiran proyek Integrated Poultry Industry bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang besar dalam penguatan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah sektor peternakan, serta penciptaan lapangan kerja dan wirausaha baru bagi masyarakat lokal.

“Konsep terintegrasi dari hulu ke hilir diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjaga stabilitas pasokan, dan memperkuat daya saing industri unggas nasional,” jelasnya.

Secara khusus di Provinsi NTB, proyek ini akan dikembangkan sebanyak 16 unit dengan total investasi mencapai Rp 1,37 triliun. Dari jumlah tersebut, empat unit akan dibangun di Kabupaten Sumbawa, menjadikannya salah satu daerah dengan kontribusi terbesar.

“Salah satu unit strategis itu berada di kawasan BPHMT Desa Serading dan saat ini sudah mulai dilakukan persiapan lahan,” ungkapnya.

Bupati Haji Jarot menegaskan, Pemkab Sumbawa akan memberikan dukungan penuh, mulai dari perizinan, kesiapan lahan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah agar proyek berjalan lancar dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami bersyukur Sumbawa dipercaya masuk dalam proyek ini. Ini akan semakin mengukuhkan peran Sumbawa sebagai pusat pengembangan peternakan unggas terintegrasi di Indonesia Timur,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *