Dinas Pertanian KSB langsung Datangkan Jasindo Nilai Kerusakan Padi Akibat Hama Wereng

oleh -565 Dilihat
0-0x0-0-0#

Sumbawa Barat,Samawarea.com (14/1/2026) Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bergerak cepat menangani kerusakan tanaman padi akibat serangan hama wereng yang terjadi di sejumlah wilayah. Sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan petani, Dinas Pertanian KSB langsung mendatangkan pihak PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk melakukan penilaian kerusakan lahan pertanian, agar proses pencairan klaim asuransi dapat segera dilakukan dan petani bisa kembali melakukan penanaman.

Kepala Dinas Pertanian KSB, Ibu Jamilatun, menjelaskan bahwa pemanggilan Jasindo dilakukan setelah upaya penyelamatan tanaman padi dilakukan secara maksimal oleh pihak dinas. Hal tersebut merupakan prosedur yang selama ini diterapkan agar tidak seluruh lahan langsung diajukan klaim, melainkan hanya lahan yang benar-benar tidak bisa diselamatkan.

“Sebelum kita panggil Jasindo, langkah awal dari Dinas Pertanian adalah berupaya menyelamatkan terlebih dahulu padi yang terserang hama wereng. Apabila upaya tersebut sudah dilakukan secara maksimal namun masih ada yang tidak bisa diselamatkan, barulah kami panggil Jasindo, seperti yang kita lakukan saat ini,” jelas Ibu Jamilatun saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 13 Januari.

Ia merinci, dari hampir 6 hektare lahan persawahan yang terserang hama wereng di Kecamatan Brang Rea, pihaknya berhasil menyelamatkan lebih dari 2 hektare. Dengan demikian, luas lahan yang diajukan untuk klaim asuransi kepada Jasindo hanya sekitar 3 hektare lebih.
“Alhamdulillah, dari hampir 6 hektare lahan yang terdampak, kita masih bisa menyelamatkan sekitar 2 hektare lebih. Sehingga yang diklaim oleh Jasindo hanya sekitar 3 hektare lebih saja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ibu Jamilatun juga mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang membuat tanaman padi rentan terserang hama wereng adalah pemilihan bibit. Menurutnya, masih banyak petani yang menggunakan benih dari hasil panen sendiri secara berulang untuk musim tanam berikutnya dengan alasan lebih murah.

“Padahal, kami sering menyampaikan melalui penyuluhan bahwa model seperti itu tidak bagus. Bibit yang digunakan secara terus-menerus tanpa peremajaan akan menurunkan kualitas tanaman dan membuatnya lebih rentan terhadap hama dan penyakit. Bibit yang baik adalah bibit unggul dan bersertifikat,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Pertanian KSB juga mengimbau para petani agar segera melaporkan apabila menemukan gejala serangan hama atau penyakit pada tanaman padi mereka. Pelaporan dini dinilai sangat penting agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin dan mencegah penyebaran yang lebih luas.

“Kami berharap petani tidak menunggu sampai parah. Kalau ada gejala awal, segera laporkan supaya bisa kita antisipasi bersama dan tidak menyebar ke lahan lainnya,” imbaunya.
Untuk diketahui, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) akan memberikan klaim asuransi kepada petani yang tanamannya mengalami kerusakan dengan nilai sebesar Rp6 juta per hektare. Menariknya, iuran asuransi tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, sehingga petani tidak dibebani biaya apa pun.

“Petani hanya menerima manfaatnya saja. Asuransi ini diharapkan bisa membantu petani untuk segera bangkit dan melakukan penanaman kembali setelah mengalami gagal panen,” tutup Ibu Jamilatun.

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *