Pohon-pohon Besar Penyelamat Planet Bumi

oleh -414 Dilihat

Oleh: Iwan Febryanto (Pendiri Ecosufi – Ecological Society for Understanding Ideas) 

Pendahuluan

Pohon pohon besàr yàng tumbuh di pulau Sumatera diķetahuì umurnya sudah lebih dari 300 tahun. Informasi ini diperoleh dengan menghitung dan mengukur lingkaran tahun dibatang pohon. Dengan demikian pohon-pohon ini telah menyelamatkan planet sejak abad 17. Selama  3 abad pohon-pohon raksasa ini dijaga dan diselamatkan oleh nenek moyang kita di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Papua dan pulau-pulau kecil lainnya.

Dalam 50 tahun terakhir ini hutan menghadapi ancaman dari manusia dengan mengubah fungsi hutan. Sejak era orde baru lebih 30 tahun hutan Kalimantan dan Sumatera ditebang pohon-pohonnya yang bernilai ekonomi lebih dari 500 trilyun rupiah. Oligarki makin  menggila di era reformasi lebih dari 20 tahun telah mengambil dan merusak hutan Sumatera dengan nilai ekonomi lebih dari 400 trilyun rupiah. Kejahatan semacam ini dikenal sebagai Ecosida yakni aktivitas merusak ekosistem dan kekayaan sumber daya alam di hutan dengan menebang pohon-pohon besar dan mengakibatkan ketidakmampuan hutan menyerap air hujan sehingga membawa malapetaka banjir. Ecosida juga dapat dimaknai sebagai tindakan merusak hutan biodiversitas dan mengubah menjadi vegetasi monokultur tanaman sawit. Jadi kaum oligarki yang mendapat ijin usaha Sawit dapat dipidana mati atau hukuman seumur hidup.

Manfaat Ekologis hutan

Mengurangi emisi karbon. Pohon-pohon besar dapat menyerap CO2 dari atmosfer, membantu mengurangi efek rumah kaca dan perubahan iklim.

Mengatur siklus air, pohon-pohon berbagai jenis ini membantu mengatur siklus air, mengurangi risiko banjir dan kekeringan.

Menjaga keanekaragaman hayati. Pohon-pohon besar menyediakan habitat bagi berbagai jenis fauna dan flora termasuk spesies terancam punah.

Mengurangi polusi udara, pohon-pohon besar menyerap polutan udara, seperti partikulat dan gas-gas berbahaya.

Sedihnya adalah ketika pohon-pohon besar ini ditebang habis dengan modus membuka lahan untuk ditanami Sawit (palm oil). Pohon-pohon besar menyerap air hujan (mencegah banjir) melalui proses yang kompleks melibatkan akar, batang dan daun.

Jadi akar pohon memiliki rambut yang disebut rambut akar yang meningkatkan luas permukaan penyerapan air. Air hujan diserap oleh rambut akar melalui proses Osmosis, yaitu perpindahan air dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Kemudian ada jaringan pembuluh yang berfungsi sebagai pipa air disebut Xilem.

Selain akar, batang, ranting ada juga daun yang sangat berperan melalui proses fotosintesis. Daun pohon memiliki stomata, yaitu pori-pori kecil yang memungkinkan perputaran gas antara udara dan jaringan daun. Penyerapan CO2 dari udara diserap oleh stomata dan diangkut ke dalam jaringan daun. Melalui proses fotosintesis energi cahaya matahari digunakan untuk mengubah CO2 dan air menjadi glukosa (C6H2206) dan Oksigen (O2). Selanjutnya Oksigen yang dihasilkan selama fotosintesis dikeluarkan ke udara melalui stomata.

Proses Transpirasi

Transpirasi artinya air yang diserap oleh akar dan diangkut ke daun kemudian diuapkan ke udara melalui stomata. Transpirasi membantu pengaturan suhu pohon dan lingkungan sekitarnya. Manfaat berikutnya transpirasi juga membantu mengangkut nutrient dari akar ke daun.

Daftar Pustaka

The Last Tree on Easter Island, Jared Diamoñd, 2021, Non-Fiksi. (*)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *