Jadi Provinsi Pertama Terapkan Zero Down Time, Kantor Gubernur Kini Tanpa Kedip

oleh -522 Dilihat

MATARAM, samawarea.com (12 Desember 2025) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama PT PLN (Persero) resmi meluncurkan penerapan Zero Down Time di kawasan Kantor Gubernur NTB, Jumat (12/12). Terobosan ini menjadikan NTB sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem suplai listrik tanpa kedip (zero downtime) di pusat pemerintahan, sekaligus diproyeksikan menjadi role model nasional bagi provinsi lainnya.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi tinggi kepada PLN yang selama ini dinilai menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai agenda besar di NTB.

“PLN adalah pahlawan pada setiap kerja besar yang kami laksanakan di NTB. Hampir semua kegiatan besar bisa berjalan karena dukungan luar biasa dari teman-teman PLN,” ujar Gubernur Iqbal.

Dengan meningkatnya intensitas penyelenggaraan event skala besar di kawasan Kantor Gubernur, Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya keandalan suplai listrik.

“Ke depan, PLN di NTB kedip saja tidak boleh, apalagi mati. Karena kantor gubernur kini menjadi venue banyak event besar. Kegiatan seperti ini energi positif,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga memaparkan progres forum kerja sama regional Bali–NTB–NTT (KRBNN) yang fokus pada integrasi energi, pariwisata, dan rantai pasok. Salah satu agenda utamanya adalah pembangunan Super Grid Bali–NTB–NTT, yang diarahkan untuk menciptakan kawasan distribusi energi hijau yang mandiri.

“Kami ingin ke depan Bali tidak lagi tergantung jaringan Jawa. Bali memakai energi hijau, dan kami di NTB–NTT yang memproduksinya,” ungkapnya.

Menurut Gubernur Iqbal, NTB dan NTT memiliki cadangan energi terbarukan yang sangat besar. Dari 77 bendungan di NTB, potensi floating solar panel saja mampu menghasilkan ratusan megawatt listrik hijau, belum termasuk PLTS darat, geothermal, hingga micro-hydro. Pemerintah juga telah berkomunikasi dengan Singapura dan Inggris, bahkan Singapura menyatakan siap melakukan visibility study pada 2026.

Komisaris Independen PLN, Prof. Ali Masykur Musa, menegaskan bahwa Zero Down Time bukan hanya sebuah prestasi teknis, tetapi juga memiliki pendekatan spiritual.

“Melalui Zero Down Time, kita melihat bagaimana menghadirkan cahaya yang tidak pernah pudar. PLN tidak boleh berkedip, sebagaimana matahari tidak berkedip hingga hari kiamat,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar rakyat sebagaimana air dan alam, sehingga pengelolaannya merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa.

“Mengurus listrik bukan sekadar angka. Ini pekerjaan religius. Mandat kita bukan hanya menyalakan lampu, tetapi menyalakan masa depan anak bangsa,” tegasnya.

Prof. Ali juga mengapresiasi para insan PLN, termasuk tim yang sedang memulihkan jaringan kelistrikan di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Direktur Distribusi PLN, Asyadany Ghana Akmalaputri, menjelaskan bahwa kawasan Kantor Gubernur NTB kini menjadi salah satu area dengan keandalan listrik tertinggi di Indonesia. Sistem ini didukung oleh dua gardu induk, empat penyulang, proteksi berlapis, serta changeover switch berbasis GPS yang memastikan suplai listrik tanpa kedip.

“Ini bukan hanya bebas padam, tapi bahkan tanpa kedip. Ini komitmen publik bahwa pusat pemerintahan harus punya keandalan tertinggi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan apresiasi terhadap Integrasi Control Center UP2B NTB, yang menggabungkan pusat kendali transmisi, distribusi, dan pengawasan CCTV dalam satu gedung. NTB ditetapkan sebagai pilot project nasional sebelum teknologi serupa direplikasi di provinsi lain. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *