Dinkes NTB Hadiri SIMPACT Internasional, Siap Jadi Pusat Pelatihan Tanggap Bencana Nasional

oleh -237 Dilihat

JAKARTA, samawarea.com (3 Desember 2025)Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadiri kegiatan SIMPACT International Symposium yang mengusung tema “Sharing Insights, Shaping a Vision for Disaster Simulation Training and Capacity Building in Indonesia” di Jakarta, belum lama ini. Agenda tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan KOICA dan Yonsei University Korea.

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS., bersama Kepala Bapelkes Mataram Kemenkes RI, serta didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes NTB, Hj. Tuti Herawati, S.SiT., MPH. Kehadiran NTB menjadi wujud komitmen daerah dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan menghadapi situasi darurat dan bencana.

Simposium internasional ini menghadirkan pakar dari Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia yang berbagi pengalaman mengenai sistem pelatihan simulasi bencana berbasis teknologi. Selain itu, para pembicara juga memaparkan metode pelatihan modern seperti Virtual Reality (VR), tabletop exercise, dan latihan lapangan untuk meningkatkan respons cepat dalam kedaruratan kesehatan.

Beberapa best practice internasional turut dibahas, di antaranya Disaster Medical Assistance Team (DMAT) Jepang, Korea Disaster Life Support (KDLS), serta standar akreditasi pelatihan Korea yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas respons tenaga medis.

Pada kesempatan tersebut, Provinsi NTB mendapat perhatian khusus karena ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Mataram Disaster Response Simulation Center, sebuah pusat pelatihan nasional untuk simulasi tanggap bencana kesehatan. Fasilitas ini akan dikembangkan melalui kerja sama Kemenkes RI dan KOICA hingga tahun 2028.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. Lalu Hamzi Fikri, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadikan NTB sebagai daerah percontohan dalam pengembangan pelatihan simulasi bencana kesehatan.

“NTB berkomitmen menyiapkan tenaga kesehatan yang terampil, siap, dan profesional dalam menghadapi situasi kedaruratan. Kami menyambut baik kolaborasi internasional ini sebagai langkah strategis memperkuat sistem kesiapsiagaan kesehatan daerah,” ujarnya.

Kegiatan ini disebut menjadi momentum penting bagi NTB dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis kesehatan melalui pelatihan terstandar dan kolaborasi lintas negara. Langkah ini sejalan dengan visi NTB Mendunia”, yang mendorong peningkatan kualitas SDM kesehatan agar mampu bersaing dan diakui secara global. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *